Kerajaan-Kerajaan Islam di Riau - ABHISEVA.ID

Kerajaan-Kerajaan Islam di Riau

Kerajaan-Kerajaan Islam di Riau


Provinsi Riau

Kerajaan-Kerajaan Islam di Riau - Kerajaan-kerajaan Islam di Riau yang disebut di dalam berita Tome Pires ialah Siak, Kampar dan Inderagiri yang sekarang berada di daerah Riau. Jika kerajaan-kerajaan tersebut mulai bercorak Islam belum dapat dipastikan meskipun para pedagang muslim Arab dan negeri-negeri Timur Tengah lainnya sejak abad ke-7 atau ke-8 M sudah memegang peran di dalam pelayaran dan perdagangan melalui Selat Malaka. 

Mengingat kerajaan Kampar, Inderagiri dan Siak pada abad ke-13 dan ke-14 M masih ada di dalam kekuasaan Kerajaan Melayu, dan Singhasari-Majapahit, yang mendekati kepastian kerajaan-kerajaan tersebut tumbuh menjadi kerajaan-kerajaan bercorak Islam sejak abad ke-15 M. 

Pengaruh Islam yang sampai ke daerah-daerah itu mungkin akibat perkembangan Kerajaan Islam Samudra Pasai dan Malaka. Jika berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Tome Pires, ketiga kerajaan itu Kampar, Siak, dan Inderagiri senantiasa melakukan perdagangan dengan Malaka bahkan memberikan upeti kepada Kerajaan Malaka. Ketiga kerajaan di pesisir Sumatra Timur ini dikasai Kerajaan Malaka pada masa pemerintahan Sultan Mansur Syah. 

Bahkan pada masa pemerintahan putranya, Sultan Alauddin Riayat Syah banyak pulau di Selat Malaka termasuk Lingga – Riau, masuk ke dalam kekuasaan Kerajaan Malaka. Tome Pires menyebutkan barang-barang yang dihasilkan dari negeri-negeri itu dengan perincian sebagai berikut:

(1) Siak : padi, madu, kitin, rotan, bahan-bahan obat dan emas.
(2) Kampar : emas, lilin, madu, biji-bijian, dan kayu gaharu.
(3) Inderagiri : emas

Siak menjadi daerah kekuasaan Kerajaan Malaka sejak penaklukannya oleh Sultan Mansur Syah di mana ditempatkan raja-raja sebagai wakil kemaharajaan Melayu. Ketika Sultan Mahmud Syah I berada di Bintan, di Siak diangkat Raja Abdullah yang bergelar Sultan Khoja Ahmad Syah. Setelah itu, yang menjadi raja di Siak adalah Raja Hasan Putra Ali Jalla Abdul Jalil, sedang saudara-saudaranya yang ditempatkan di Kelantan bernama Raja Husein dan di Kampar adalah Raja Muhammad. 

Ketiga kerajaan; Siak, Kampar, dan Inderagiri sejak VOC menguasai Malaka pada tahun 1641 sampai abad ke-18 praktis kerajaan itu berada di bawah pengaruh VOC dengan terikat perjanjian pada tanggal 14 Januari 1676 tentang hasil timah yang harus dijual kepada VOC.