Manusia Purba Asia - ABHISEVA.ID

Manusia Purba Asia

Manusia Purba Asia


Manusia Purba AsiaSebagai benua terbesar di muka bumi, Benua Asia menyimpan beragam kekayaan alam yang dapat dinikmati oleh umat manusia yang tinggal di dalamnya hingga hari ini. Kekayaan alam itu juga turut dinikmati oleh kehidupan manusia di masa sebelumnya, hingga masa pra-aksara. 

Benua Asia yang dikaruniai oleh keberlimpahan sumber daya alam juga memberikan hunian yang layak bagi kehidupan manusia purba. Penemuan fosil manusia purba Asia antara lain di Peking, Cina yang merupakan kelak pada perkembangan selanjutnya Cina merupakan salah satu peradaban kuno terbesar yang pernah ada sepanjang sejarah umat manusia.

Sinatrophus Pekinensis, homo pekinensis, homo erectus pekinensis, peking man, manusia purba asia

Penemuan Manusia Purba Asia


Penemuan fosil manusia purba Asia salah satunya adalah penemuan di Peking dinamakan dengan Homo Erectus Pekinensis, atau manusia Peking (disebut juga manusia Beijing atau Sinantrophus Pekinensis). Fosil ini ditemukan oleh Davidson Black dan Franz Weidenreich pada tahun 1929 di dalam Gua Zhoukoudian, dekat Beijing (Peking), Tiongkok. Fosil ini diperikarakan hidup pada sekitar 400.000 – 250.000 tahun yang lalu, yakni pada masa Pleistosen.

Penyelidikan terhadap beragam jenis manusia purba Asia dipelopori oleh Davidson Black. Objek penelitian Davidson Black tertuku pada sebuah gua besar di bukit kapur daerah Choukoutien (Zhoukoudian). Wilayah ini terletak sekitar 40 km dari kota Beijing (peking). Penelitian tersebut mulai dilakukan sejak tahun 1927. 

Di mana penelitian itu didanai oleh Yayasan Rockefeller, Davidson Black berhasil memperoleh fragmen fosil yang dicarinya. Fosil yang ditemukan kemudian diberi nama Homo Pekinensis (manusia dari Peking) yang terkadang juga disebut dengan Sinantrophus Pekinensis.

Setelah Davidson Black meninggal dunia pada tahun 1933, penelitan manusia purba di Tiongkok dilanjutkan oleh Franz Weidenreich. Sinantrophus Pekinensis dianggap sebagai bagian dari kelompok Pithecantrophus karena memiliki ciri tubuh atau badan yang mirip serta hidup di era zaman yang bersamaan. Sinantrophus Pekinensis memiliki volume otak sekitar kurang lebih 900 – 1200 cm kubik.

Ramapithecus Brevistoris

Penelitian lainnya tentang manusia purba Asia dilakukan oleh G. E. Lewis pada tahun 1930 di Bukit Siwalik (Pakistan), di mana ia menemukan fosil yang ciri-cirinya menyimpang dari kera dan mengarah kepada bentuk manusia. Oleh  karena itu, G. E. Lewis kemudian memberi nama kepada fosil temuannya itu dengan sebutan Ramapithecus brevirostris (monyet Roma yang bermuka pendek).

Itulah hasil penelusuran dan penggalian terhadap keberadaan manusia purba Asia yang dilakukan pada abad ke-20. Di mana hasil temuan yang dilakukan oleh arkeolog di kedua situs yaitu di Gua Zhoukoudian, Tiongkok merupakan jenis Sinantrophus Pekinensis dan temuan di situs Bukit Siwalik, Pakistan adalah jenis Ramapithecus brevirostris.