Homo Habilis - ABHISEVA.ID

Homo Habilis

Homo Habilis

Homo HabilisHomo habilis yang memiliki arti "manusia yang pandai menggunakan tangannya" hidup sekitar 2,5-1,8 juta tahun yang lalu pada masa awal Pleistosen. Di bawah ini akan dijelaskan tentang jenis manusia Homo habilis.


Penemuan Homo habilis


Pada tahun 1960-1964 Jonathan Leakey, yang pertama kali menemukan fosil spesies ini di Ngarai Olduvai, Tanzania, Afrika Timur. Homo habilis diperkirakan merupakan spesies dari genus Homo yang pertama kali muncul di bumi. Homo habilis diduga merupakan nenek moyang dari Homo ergaster, yang kemudian menurunkan spesies lain yang memiliki bentuk tubuh seperti manusia, Homo erectus. Sampai saat ini masih diperdebatkan apakah Homo habilis ini adalah nenek moyang dari manusia.



Ciri-Ciri Homo habilis


Apabila melihat pada penampilan dan morfologi Homo habilis memiliki berbagai kemiripan dengan semua manusia paling modern di genus HomoHomo habilis memiliki tubuh yang pendek dengan lengan yang lebih panjang dari manusia modern. Diperkirakan Homo habilis ini adalah hasil evolusi dari australopithecus di mana Homo habilis memiliki ukuran otak sekitar 500-900 cc.



Homo habilis, meskipun masih memiliki bentuk seperti-kera, Homo habilis diperkirakan telah mampu menggunakan peralatan primitif yang terbuat dari batu; hal ini dibuktikan dengan ditemukannya peralatan-peralatan dari batu di sekitar fosil mereka. (misalnya peralatan yang ditemukan di Olduvai Gorge, Tanzania dan Lake Turkana, Kenya).


Pada umumnya Homo habilis diperkirakan memiliki ukuran tubuh yang hampir sama dengan austrolopithecus, baik jenis Austrolopithecus africanus maupun Austrolopithecus afarensis yaitu berukuran 100-120 cm dengan bobot antara 20-37 kg. Perbedaan antara jantan dan betina pada Homo habilis diasumsikan bahwa jantan memiliki ukuran yang lebih besar. Homo habilis memiliki bulu tubuh yang tebal dengan tingkat pertumbuhan gigi yang lebih cepat dibandingkan manusia modern.


Lengan dari Homo habilis dianggap memiliki ukuran panjang yang proporsional untuk memanjat pepohonan dengan tungkai yang dianggap lebih mirip dengan simpanse dibandingkan dengan Homo erectus yang lebih condong dengan manusia modern.