Ramapithecus Brevistoris - ABHISEVA.ID

Ramapithecus Brevistoris

Ramapithecus Brevistoris

Ramapithecus brevistoris Penemuan fosil dari Ramapithecus brevistoris dianggap sebagai penemuan yang penting dalam menambah pengetahuan terhadap perkembangan evolusi manusia. Ramapithecus brevistoris  hidup pada kala Miosen yang mana dianggap sebagai hominidae pertama.

Sebagian besar temuan fosil dari Ramapithecus brevistoris  ini terdiri dari gigi dan rahang di mana fosil-fosil ini ditemukan terutama di Siwalik, India dan Ternan, Kenya. Selain kedua tempat ini juga ditemukan di Turki, Hungaria, dan Yunani. Namun, belakangan juga ditemukan di Pakistan di mana fosil rahang bawah dapat ditemukan secara lengkap.


Penemuan Ramapithecus brevistoris 

Pada tahun 1932-1934 G. E. Lewis menemukan fosil di perbukitan Siwalik, India. Penemuan fosil ini dinamai oleh G. E. Lewis sebagai Ramapithecus brevistoris . Disebut Ramapithecus oleh karena melegendanya nama Sri Rama dalam masyarakat India yang tercantum dalam kitab Ramayana.


Ciri-Ciri Ramapithecus brevistoris 


Berdasarkan temuan yang terdapat di Ternan, Kenya, diperkirakan bahwa Ramapithecus hidup sekitar 14 juta tahun yang lalu. Sedangkan temuan Ramapithecus di Siwalik berusia 10-12 juta tahun yang lalu. Adapun ciri-ciri dari Ramapithecus yaitu memiliki gigi yang bulat dengan taring serta gigi seri yang kecil. Langit-langit rahang dari Ramapithecus brevistoris  ini melengkung seperti manusia modern. 



Gigi taring dari Ramapithecus brevistoris  tidak menonjol yang menyebabkan bentuk wajah yang sempit. Gigi gerahamnya tebal dan sangat cocok untuk mengunyah makanan yang keras. perbandingan ukuran gigi seri dan gigi taring memiliki ukuran yang sama dengan manusia. Berdasarkan hasil rekonstruksinya, Ramapithecus brevistoris  diperkirakan memiliki ukuran sebesar Siamang.