Sejarah Dinasti Xia: Dinasti Pertama di Cina - ABHISEVA.ID

Sejarah Dinasti Xia: Dinasti Pertama di Cina

Sejarah Dinasti Xia: Dinasti Pertama di Cina


Sejarah Dinasti Xia - Dinasti Xia adalah dinasti pertama dalam sejarah panjang peradaban Cina kunoDinasti Xia mulai eksis sekitar 2205-1766 SM. Dinasti Xia didirikan oleh Qi yang merupakan anak dari Kaisar Yu yang merupakan bagian dari kisah legenda kaisar legendaris di peradaban Cina. Di bawah ini akan dijelaskan tentang sejarah Dinasti Xia (Hsia) sebagai bagian dari peradaban Cina kuno.


Latar Belakang Berdirinya Dinasti Xia


Dinasti Xia didirikan oleh Qi yang merupakan anak dari Kaisar Yu setelah dirinya berhasil membunuh Bo Yi yang ditunjuk oleh Yu sebagai penerusnya. Qi yang mulai duduk dikekuasaan mulai memberlakukan sistem suksesi kekuasaan yang berbeda sebagaimana yang pernah terjadi pada masa-masa legenda. Qi menerapkan sistem suksesi kekuasaan berdasarkan garis keturunan di mana para penggantinya tentu adalah keturunan-keturunannya terlepas mampu atau tidaknya keturunan tersebut memerintah dengan baik dan bukan lagi kekuasaan diberikan kepada orang lain yang dianggap mampu untuk memerintah.


Catatan sejarah tentang Dinasti Xia bersumber dari kumpulan catatan-catatan yang ditulis ulang oleh Sima Qian, sejarawan dari periode Dinasti Han. Sima Qian mencatat bahwa Dinasti Xia memiliki tujuh belas kaisar. Keberadaan Dinasti Xia hingga saat ini masih diragukan eksistensinya dan sering pula dianggap sebagai bagian dari legenda cina. Namun dengan ditemukannya peninggalan dari kebudayaan Longshan dan Erlitou mungkin dapat memberikan jawaban tentang eksistensi Dinasti Xia.


Perkembangan Dinasti Xia


Setelah Qi meninggal, takhta Dinasti Xia jatuh ke tangan putranya yang bernama Taikang. Taikang sebagai penguasa Dinasti Xia yang baru menjadikan Zhenxun sebagai ibukotanya. Taikang adalah kaisar yang amat senang berburu dan mengabaikan urusan pemerintahan. Ketika Taikang sedang pergi berburu ke sebelah selatan Sungai Luo. Pemimpin Suku Yi, Huoyi merebut kekuasaan Taikang Huoyi memusatkan kekuatannya di tepi utara Sungai Luo dan memaksa Taikang untuk mengungsi.


Setelah berhasil menguasai Dinasti Xia, Huoyi mengangkat saudara Taikang, Zhongkang sebagai kaisar, tetapi setelah kematian Zhongkang, Huoyi merebut kembali kekuasaan Dinasti Xia yang saat itu dikuasai oleh putra Zhongkang, Xiang. Xiang yang diserang oleh Huoyi melarikan diri ke Shanqiu dan meminta perlindungan suku Zhenguan dan Zhenxun. Namun, setelah Huoyi berhasil menyingkirkan Xiang, tidak lama seorang jenderal bawahan Huoyi, Hanzhuo berhasil membunuh Huoyi dan merebut kekuasaan.


Setelah merebut kekuasaan dari tangan Huoyi, Hanzhuo berusaha untuk mencegah anggota keluarga Dinasti Xia kembali. Sehingga, Hanzhuo mengutus salah seorang putranya ke suku Zhenguan dan Zhenxun untuk membunuh Xiang. Istri Xiang yang merupakan keturunan suku Yuo-renguo berhasil melarikan diri ketempat asalnya dan melahirkan putra Xiang yang bernama Shaokang. 


Shaokang yang kemudian beranjak dewasa nantinya juga melarikan diri dan meminta perlindungan pada suku Youyushi. Mi, seorang bekas menteri Dinasti Xia berhasil menghimpun kekuatan untuk melawan Hanzhuo dan berhasil mengalahkannya. Berkat kemenangan yang diperoleh Mi, takhta Dinasti Xia diserahkan kepada Shaokang. Seorang putra Shaokang yang menjadi penggantinya, Zhu berhasil menemukan perisai untuk menahan serangan panah dari suku Yi yang terkenal akan kepiawannya dalam hal memanah.


Setelah Zhu, Raja-raja Dinasti Xia selanjutnya adalah;

1. Hui (putra Zhu);

2. Mang (putra Hui);

3. Xie (putra Mang);

4. Buxiang (putra Xie);

5. Jiong (saudara Buxiang);

6. Jin (putra Jiong);

7. Kongjia (saudara Buxiang)


Pada saat Dinasti Xia dipimpin oleh Kongjia, Kongjia sangat mempercayai eksistensi dari guishen (dewa-dewa atau ruh-ruh alam) dan hidup boros. Inilah yang menyebabkan popularitas Dinasti Xia menjadi merosot dimata suku-suku disekitarnya. Para pengganti Kongjia antara lain;

1. Gao (putra Kongjia);

2. Fa (putra Gao);

3. Jie (putra Fa)


Keruntuhan Dinasti Xia


Jie adalah raja terakhir dari Dinasti Xia dan memerintah dengan sangat kejam dan berada di bawah pengaruh kekasihnya yang bernama Meixi, seorang wanita yang memiliki hati yang picik dan kejam. Demi menyenangkan hati kekasihnya ini dibangun berbagai istana yang indah-indah. Hal ini tentu saja memboroskan keuangan negara. 


Meskipun kondisi rakyat Dinasti Xia sangat memprihatinkan, Jie tetap tidak mempedulikan nasib rakyatnya. Jie justru membuat sebuah telaga yang berisikan arak dengan daging yang tergantung pada pohon-pohon disekitar telaga itu. Dikisahkan bahwa 300 orang diperintahkan oleh Jie untuk menyeburkan diri ke dalam telaga dan menikmati arak demi kesenangan semata. Sedangkan Jie beserta Meixi berlayar ditengah-tengah telaga itu.


Meixi adalah perempuan yang memiliki hobi yang agak aneh dan nyeleneh, Meixi sangat senang mendengar suara kain sutra yang dirobek. Sehingga Jie memerintahkan untuk merobek kain sutra sebanyak-banyaknya kain yang dimiliki oleh Dinasti Xia. Guan Longfeng, seorang pejabat senior Dinasti Xia berusaha untuk menasihati Jie agar berhenti melakukan tindakan yang aneh itu. Guan Longfeng datang menemui Jie dengan membawa lukisan Yu, seorang pendiri Dinasti Xia yang telah berjuang keras bersama rakyat membangun dinasti namun tetap hidup sederhana. Hal ini dilakukan agar Jie sadar dan menghentikan tindakannya itu. Namun, Jie justru murka dan memerintahkan membakar lukisan itu dan menghukum mati Guan Longfeng.


Jie kemudian memiliki dua orang selir yang memiliki kecantikan yang lebih jika dibandingkan dengan Meixi. Jie kemudian juga memerintahkan membangun istana-istana yang lebih indah untuk kedua selirnya itu. Namun, harta kekayaan negara telah habis. Zhao Liang, salah seorang menteri mengusulkan kepada Jie untuk menahan Cheng Tang (Shang Tang) seorang raja bawahan dari negara bagian yang subur dan kaya raya dengan tujuan meminta tebusan. 


Shang Tang kemudian diundang ke ibukota dan sesampainya di ibukota Shang Tang kemudian di tahan. Sebagaimana rencana Jie dan Zhao Liang, negara Shang pun mengirim tebusan sehingga Shang Tang berhasil dibebaskan. Jie yang amat kegirangan karena rencananya berhasil menyatakan bahwa dirinya bagaikan matahari yang tak pernah jatuh. Sedangkan rakyat Dinasti Xia sudah teramat membenci Jie.


Sekembalinya Shang Tang ke negara Shang, Shang Tang berjuang keras untuk memajukan, memperkuat dan memakmurkan negara Shang. Shang Tang menunjuk orang-orang berbakat sebagai menteri dan penasehatnya dan yang paling ternama diantara mereka adalah Yi Yin yang merencanakan dan membantu Shang Tang untuk meruntuhkan Dinasti Xia. Shang Tang dikenal sebagai orang yang bijaksana sehingga banyak rakyat yang bersimpati padanya. Setelah waktu dirasa tepat untuk bergerak, Shang Tang memberontak kepada Dinasti Xia. Kaisar Jie akhirnya dapat ditangkap setelah berkali-kali kalah dalam pertempuran dan selalu berhasil melarikan diri. Setelah ditangkapnya Jie maka berakhirlah Dinasti Xia.


Itulah penjelasan singkat tentang riwayat atau sejarah dari Dinasti Xia yang masih dikategorikan sebagai dinasti legenda atau zaman dongeng oleh karena minimnya sumber tertulis yang dapat dipercayai dan menjelaskan tentang eksistensi dari Dinasti Xia.