Sejarah Peradaban Mesopotamia - ABHISEVA.ID

Sejarah Peradaban Mesopotamia

Peradaban Mesopotamia

Peradaban Mesopotamia - Peradaban Mesopotamia adalah salah satu peradaban besar dan yang paling awal di dunia. Peradaban Mesopotamia di dalam perkembangannya memiliki pengaruh yang besar bagi perkembangan umat manusia. Peradaban Mesopotamia secara geografis terletak diantara dua sungai besar yaitu Sungai Eufrat dan Sungai Tigris. Peradaban Mesopotamia terdiri dari beberapa bangsa yang pernah berkuasa di kawasan itu. Di bawah ini akan dijelaskan tentang sejarah Peradaban Mesopotamia yang terletak diantara Sungai Eufrat dan Sungai Tigris.




Berdasarkan letak geografis Peradaban Mesopotamia adalah suatu wilayah perlembahan yang terletak diantara dua sungai, yakni sungai Tigris dan Eufrat. Hulu kedua sungai tersebut berasal dari dataran tinggi yang bergunung-gunung di Asia kecil, yang mengalir kearah tenggara secara pararel menyisir kawasan terbuka. Hanya kurang dari 200 mil, sungai itu saling mendekat. Daerah yang dilalui kedua sungai itu pada umumnya subur. Sebab, daerah tersebut merupakan daerah yang terbentuk dari tanah hasil endapan air yang dihasilkan dari aliran Sungai Tigris dan Sungai Eufrat.


Sungai Eufrat dan Sungai Tigris adalah sungai terbesar yang terdapat di wilayah Timur Tengah. Mata air kedua sungai ini berawal dari pegunungan di selatan Turki dan berakhir di Teluk Persia. Sungai Eufrat dan Sungai Tigris menjadi sumber air bagi berbagai etnis dan negara, mulai dari Turki, Kurdistan, Suriah, dan Irak. Mereka adalah negara-negara yang sangat bergantung pada aliran sungai Eufrat dan Tigris ini. Sungai Tigris dan Sungai Eufrat membentang dengan membentuk daerah subur yang disebut Mesopotamia. Daerah yang dilalui kedua sungai ini merupakan daerah paling subur di kawasan Timur-Tengah.


Sebagai sumber air terpenting di Timur Tengah yaitu Sungai Tigris dan Sungai Eufrat memiliki peranan penting bagi kemakmuran dua Negara yang dilaluinya, yakni Irak dan Suriah. Menurut beberapa ahli, diperkirakan Suriah mendapatkan lebiih dari 85% suplai air untuk keperluan sehari-hari rakyatnya dari sungai Eufrat. Sedangkan, Irak menggantungkan 100% suplai air untuk keperluan sehari-hari rakyatnya dari sungai Eufrat-Tigris. Sedangkan, Turki yang juga dilalui oleh kedua sungai ini tidak terlalu tergantung pada sungai Eufrat dan sungai Tigris. Tidak lebih dari dari 30% suplai air bagi kebutuhan rakyat Turki yang disuplai oleh kedua sungai tersebut.


Lembah Sungai Eufrat dan Sungai Tigris itulah, para ahli purbakala dari Eropa menemukan pusat peradaban tua di dunia, yakni Peradaban Mesopotamia. Mesopotamia adalah daerah subur yang berada di antara sungai Tigris dan sungai Eufrat sekitar tahun 5000 SM. Daerah ini sekarang disebut “Daerah bulan sabit kesuburan” (Fertile Crescent). Disebut demikian karena bentuk daerahnya menyerupai bulan sabit. 


Kata Mesopotamia berasal dari bahasa Yunani, yang berarti “tanah diantara dua sungai”. Entah sejak kapan nama itu dipakai untuk menyebut daerah tersebut. Namun, para penulis Yunani dan latin kuno, seperti Polybius (abad 2 SM) dan Strabo (60 SM-20 M), sudah menggunakanya. Bangsa-bangsa yang tinggal di daerah itu adalah bangsa-bangsa Sumeria, Akkadia, dan Babilonia. 


Istilah “The Fertile Crescent” atau “tanah diantara dua sungai” adalah sebutan  digunakan diseluruh Septuaginta Yunani (ca. 250 SM) untuk menerjemahkan bahasa Ibrani yang setara Naharaim. Sebuah penggunaan Yunani bahkan lebih awal dari Mesopotamia terbukti dari Anabasis Alexandri, yang ditulis pada abad ke-2 M, namun secara khusus mengacu pada sumber-sumber dari masa Alexander Agung. Dalam Anabasis Alexandri,  kata Mesopotamia digunakan untuk menunjukan tanah yang terletak di timur dari Sungai Eufrat di utara Suriah. 


Istilah Aramic Biritum/ birit Narim berhubungan dengan konsep geografis yang mirip. Kemudian, istilah Mesopotamia itu lebih umum  diterapkan untuk semua tanah diantara sungai Tigris dan Eufrat, sehingga menggabungkan tidak hanya bagian dari Suriah, tetapi tetapi juga hampir semua bagian dari Irak dan Turki Tenggara. Dataran stepa disebelah barat sungai Eufrat dan bagian barat pegunungan Zagros juga sering termasuk dalam istilah yang lebih luas Mesopotamia. 


Perbedaan lebih lanjut biasanya dibuat antara dataran tinggi atau utara Mesopotamia dan dataran yang lebih rendah atau selatan Mesopotamia. Atas Mesopotamia, yang juga dikenal sebagai Jazirah, adalah daerah yang terletak di antara Sungai Eufrat dan Sungai Tigris dari sumber-sumber aliran sungai mereka ke Baghdad. Mengarah ke daerah yang lebih rendah, bagian Mesopotamia terdiri atas selatan Irak, Kuwait, dan Iran bagian barat. 

 

Secara geografis, kawasan Mesopotamia kuno merupakan kawasan yang sangat terbuka, sehingga Mesopotamia adalah wilayah yang tidak memiliki perlindungan/benteng alam yang baik, kondisi ini menyebabkan banyaknya bangsa asing silih berganti menguasai daerah tersebut. Bahkan, untuk menjaga keperluan keamanan Kota Mesopotamia dibangun dengan sekeliling benteng ataupun tembok yang dikelilingi parit disepanjang luar kota Mesopotamia kuno.


Adapun daerah Mesopotamia yang terletak di Asia Barat Daya, berbatasan dengan Teluk Persia dan Iran sebelah timur, dan timur laut; Iran dan Turki sebelah utara; Syria dan Yordania disebelah barat; Saudi Arabia dan Kuwait, disebelah selatan. Sumeria merupakan daerah subur, sehingga selalu diperebutkan oleh bangsa daerah ini merupakan daerah yang sering terkena banjir saat musim hujan. Dengan begitu, Lumpur-lumpur yang dibawa air menyebabkan lahan disekitar menjadi subur.


Ketergantungan Bangsa-bangsa yang mendiami lembah Sungai Eufrat dan Tigris disebabkan oleh daerah yang mengelilinginya adalah gurun yang terbentang luas, yaitu Gurun Elbrus dan Gurun Hamad. Tampak terlihat daerah Mesopotamia adalah lahan yang paling subur dibandingkan sekelilingnya. Kesuburan tanah mendatangkan manusia untuk bertempat tinggal didaerah tersebut dengan mata pencaharianya bercocok tanam, dari kondisi  tersebut, muncul peradaban, bahkan para ahli mempercayai bahwa Mesopotamia adalah tempat peradaban manusia di dunia dimulai.


Berdasarkan temuan arkeologis dan studi sejarah, diperkirakan Peradaban Mesopotamia kuno bermula sejak abad 3500 SM hingga 2000 SM. Bernama Mesopotamia, konon, secara etimologis, berasal dari kata Mesos, yang berarti tengah, dan Potamos yang berarti sungai. Keberadaan dari sungai Eufrat adalah menopang utama bagi perkembangan Peradaban Mesopotamia kuno. Kawasan ini merupakan daerah pertanian yang sangat subur, membentang dari laut tengah sampai teluk Persia.


Sejarah Mesopotamia diawali dengan tumbuhnya sebuah peradaban yang diyakini sebagai pusat peradaban tertua didunia yang dihuni oleh bangsa Sumeria. Bangsa Sumeria membangun beberapa kota kuno yang terkenal yaitu; Ur, Uruk, Kish dll. Sesungguhnya yang disebutPeradaban Mesopotamia adalah peradaban Sumeria. Dikatakan demikian sebab secara umum, sebab sebagian besar Peradaban Mesopotamia dibentuk oleh bangsa Sumeria. Bangsa-bangsa yang lain yang datang setelah bangsa Sumeri hanyalah meneruskan dan mengembangkan peradaban yang sebelumnya telah dicapai oleh bangsa Sumeria.


Kehadiran Tokoh imperialistik dari bangsa lain yang juga mendiami kawasan Mesopotamia, bangsa Akkadia, dipimpin Sargon Agung ternyata melakukan penaklukan secara politis, tetapi bukan penaklukan kultural. Bahkan, dalam berbagai hal, budaya Sumer dan Akkad berberakulturasi, sehingga era kepemimpinan ini sering disebut jilid Sumer-Akkad. Campur tangan Sumer tidak dapat di remehkan begitu saja. Saat Akkad terdesak oleh bangsa Gutti, bangsa Sumerlah yang mendukung Akkad, sehingga mereka masih dapat berkuasa di “tanah antara dua sungai” itu.


Di bawah ini adalah beberapa kebudayaan dan kekuatan politik yang muncul di Peradaban Mesopotamia;

1. Sumeria

2. Akkadia

3. Asyyria

4. Babilonia