Asal-Usul Kudungga: Raja Pertama Kerajaan Kutai - ABHISEVA.ID

Asal-Usul Kudungga: Raja Pertama Kerajaan Kutai

Asal-Usul Kudungga: Raja Pertama Kerajaan Kutai 


Asal-usul KudunggaKudungga (Kundungga), mungkin yang terlitas dari pikiran kita adalah seorang raja pendiri Kerajaan Kutai Kuno atau yang biasa disebut juga dengan Kutai MartadipuraKerajaan Kutai diperkirakan berdiri sekitar abad ke-5 M atau kira-kira sekitar tahun 400 M. Kerajaan Kutai diyakini didirikan oleh Kudungga di daerah Muara Kaman, di tepi Sungai Mahakam. Kerajaan Kutai adalah salah satu kerajaan pertama yang muncul di Indonesia.

Kerajaan Kutai yang didirikan oleh Kudungga memiliki peninggalan berupa tujuh buah yupa yang semuanya diperkirakan ditulis pada masa pemerintahan raja Mulawarman, raja ketiga Kerajaan Kutai. Nama Kudungga sendiri hingga saat ini masih menjadi persoalan berkaitan dengan asal-usulnya. Asal-usul Kudungga sebenarnya telah dilakukan beberapa penelitian yang melahirkan beberapa pendapat. Di bawah ini akan dijelaskan tentang asal-usul Kudungga sebagai pendiri Kerajaan Kutai.

Terdapat beberapa pendapat yang mengungkap asal-usul Kudungga;
1. Kudunggaadalah seorang tokoh besar yang berasal dari Kerajaan Campa;
2. Kudunggaadalah seorang tokoh asli Indonesia yang belum menerima pengaruh ajaran Hindu

Asal-Usul KudunggaKudungga adalah tokoh besar dari Kerajaan Campa


Kudungga adalah seorang pembesar dari Kerajaan Campa, katakanlah dia seorang bangsawan dari kerajaan Campa yang menyebarkan ajaran agama Hindu di Indonesia. Namun, belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa Kudungga adalah seorang tokoh besar dari Kerajaan Campa yang menyebarkan ajaran agama Hindu di Indonesia. Selain itu, belum terdapat pula keterangan yang menunjukkan bahwa Kudungga berasal dari Kerajaan Campa. Maka, asal-usul Kudungga dari Indonesia-lah yang lebih meyakinkan.

Asal-Usul Kudungga : Kudungga adalah tokoh asli Indonesia


Asal-usul Kudungga yang merupakan tokoh asli Indonesia diyakini bahwa Kudungga adalah tokoh asli Indonesia (lokal) yang belum menerima pengaruh kebudayaan India. Hal ini dapat dicermati dengan melihat perbedaan dengan raja-raja Kutai setelah Kudungga; Aswawarman dan Mulawarman yang telah menunjukkan pengaruh Kebudayaan India dengan menggunakan “warman” di belakang namanya.

Diyakini bahwa sebelum menjadi seorang raja dan mendirikan Kerajaan KutaiKudungga adalah seorang kepala suku yang kemudian tertarik dengan ajaran kebudayaan India. Sebagaimana diketahui, bahwa kebudayaan India yang menarik adalah sistem kerajaan yang memungkinkan seseorang mewarisi kepemimpinan berdasarkan garis keturunan. Sehingga Kudungga kemudian mengadopsi sistem kerajaan itu agar keturunannya dapat mewarisi posisinya sebagai pemimpin.

Sebelum adanya pengaruh dari kebudayaan India terutama sistem Kerajaan, di Indonesia telah mengenal sistem pemilihan pemimpin yang disebut dengan primus interpares. Berdasarkan sistem ini, seorang pemimpin dipilih berdasarkan kemampuannya baik secara fisik, spiritual maupun intelektual. Setelah pemimpin tersebut meninggal, maka dilakukan pemilihan kembali berdasarkan kriteria-kriteria tersebut (fisik, spiritual dan intelektual). Berdasarkan pada kenyataan ini, maka timbullah pemikiran untuk mempertahankan kekuasaan dan status sosial dari seseorang agar status sosial yang tinggi di dalam masyarakat itu juga dapat dinikmati oleh keturunan-keturunannya. 

Sehingga, sangatlah wajar apabila Kudungga yang berstatus sebagai kepala suku mengadopsi kebudayaan India terutama sistem kerajaan untuk mempertahankan statusnya sebagai pemimpin seumur hidup dan posisinya sebagai pemimpin di dalam masyarakat dapat dinikmati oleh keturunan-keturunanannya. 

Pada masa pemerintahan raja Kudungga, ajaran kebudayaan India terutama ajaran agama Hindu baru berkembang di Kerajaan Kutai. Hal lain yang menjadi petunjuk bahwa Kudungga adalah tokoh asli Indonesia bahwa di dalam salah satu petikan dari prasasti Yupa disebutkan bahwa;

Crimatah cri-narendrasya, Kundungasya mahatmanah, Putro cvavarmmo vikhyatah, Vancakartta yathancuman,....

Terjemahan: “Sang Maharaja Kudungga, yang amat mulia, mempunyai putra yang mashur, Sang Aswawarman namanya, yang seperti sang Angsuman (dewa matahari) menumbuhkan keluarga yang sangat mulia.”

Berdasarkan petikan dari prasasti yupa itu menunjukkan bahwa Kudungga adalah raja pertama dari Kerajaan Kutai meskipun Aswawarman-lah yang dianggap sebagai pendiri keluarga raja (vancakrtta/wangsakerta). Hal ini dapat memberikan petunjuk bahwa Kudungga yang telah menjadi raja dan mendirikan Kerajaan Kutai tidak mengganti namanya dengan nama maupun gelar yang berasal dari India. Sehingga, putranya Aswawarman-lah yang dianggap sebagai pendiri keluarga/dinasti. Aswawarman sendiri telah menggunakan nama yang dipengaruhi oleh kebudayaan India. 

Tidak diketahui secara pasti kapan raja Kudungga wafat. Setelah masa pemerintahannya, takhta Kerajaan Kutai dilanjutkan oleh Aswawarman.