Knap of Howar
Knap of Howar adalah sebuah situs Neolitikum yang terletak di Pulau Papa Westray, Orkney, Skotlandia. Nama tersebut berasal dari bahasa Norse Kuno yang berarti "gundukan di atas gundukan" atau "timbunan besar". Bangunan yang terjaga di situs ini dianggap sebagai rumah batu tertua di Eropa Utara, dengan perkiraan usia berasal dari tahun 3700-3500 SM.
Situs ini terdiri dari dua struktur yang dibangun dengan teknik batu kering (tanpa semen) dan dihubungkan oleh sebuah lorong penghubung; kompleks ini secara umum dikenal sebagai "pertanian" (farmstead). Berdasarkan penggalian arkeologis, struktur-struktur ini diyakini dibangun di atas situs yang jauh lebih tua dan berfungsi sebagai pusat pemukiman pertanian.
Legenda Para Biarawan Papar vs. Kenyataan Arkeologis
Nama Norse Kuno untuk Pulau Papa Westray adalah Papay Meiri, yang berarti "Pulau Besar para Papar". Papar adalah sebutan bagi para biarawan legendaris asal Irlandia atau Skotlandia yang tercatat dalam karya-karya Skandinavia sebagai penghuni pulau-pulau di utara Orkney setelah mereka meninggalkan Islandia.
Mengingat sumber sejarah mengenai Papar baru muncul pada abad ke-12 Masehi, sementara situs Knap of Howar jauh lebih tua, ada kemungkinan bahwa sosok Papar ini sebenarnya adalah pendeta pagan yang kemudian "dikristenkan" dalam legenda. Namun, dapat dipastikan bahwa biarawan Kristen bukanlah pembangun atau penghuni pertama Knap of Howar (meskipun terdapat banyak bukti aktivitas Kristen di kemudian hari di Papa Westray). Penghuni aslinya hampir pasti merupakan keluarga petani Orcadian dari zaman Neolitikum. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa mereka memelihara sapi, domba, dan mungkin babi, serta bercocok tanam gandum dan jelai (barley), sekaligus menangkap ikan untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Mengintip Interior Rumah Purba: Nyaman dan Fungsional
Dinding batu di pertanian ini berdiri setinggi 1,6 meter (lima kaki). Pada masa kejayaannya, bangunan ini berdiri tegak di atas permukaan tanah, meskipun saat ini terlihat seolah-olah tertanam di dalam tanah. Bangunan pertama (Rumah Satu) berfungsi sebagai tempat tinggal keluarga, sedangkan bangunan kedua (Rumah Dua) yang diakses melalui lorong penghubung berfungsi sebagai bengkel kerja atau ruang penyimpanan. Kedua struktur ini memiliki pintu masuk di bagian depan yang menghadap ke laut.
Tempat tinggalnya tergolong luas dengan ukuran 10x5 meter dan dibagi oleh lempengan batu tegak yang memisahkan ruang tamu depan dengan area dapur atau ruang kerja di bagian belakang. Lubang-lubang tiang yang ditemukan menunjukkan bahwa atapnya kemungkinan besar terbuat dari tumpukan tanah berumput (turf) yang ditinggikan beberapa kaki di atas dinding—namun tidak terlalu tinggi agar panas tetap terjaga di dalam ruangan. Rumah tersebut dihangatkan oleh api dari perapian di area dapur belakang. Perapian ini masih terjaga utuh, begitu pula dengan tempat tidur dan rak-rak berbahan batu. Dipercaya bahwa tempat tidur tersebut dulunya dilapisi dengan tanaman perdu (heath) sebagai alas tidur.
Bengkel Kerja Misterius dan Lorong yang Sengaja Ditutup
Rumah Dua, yang berukuran lebih kecil (7x3 meter), memiliki dinding yang lebih tipis namun tingginya sama dengan rumah utama. Bangunan ini dibagi menjadi tiga area: dua area tampaknya digunakan untuk penyimpanan, dan area ketiga digunakan sebagai ruang kerja. Serpihan tembikar serta alat-alat dari batu dan batu api ditemukan di seluruh lantai. Di sana juga ditemukan dua perapian dan batu penggiling. Pada suatu titik, lorong yang menghubungkan kedua bangunan tersebut sengaja ditutup dengan batu, dan bengkel kerja tersebut ditinggalkan.
Rumah utama tetap dihuni lama setelah lorong tersebut ditutup. Arkeolog Anna Ritchie menyimpulkan bahwa situs ini digunakan secara terus-menerus selama lebih dari 900 tahun. Meskipun saat ini Knap of Howar terletak sangat dekat dengan pantai, pada masa pemukimannya dahulu, lokasi ini berada cukup jauh di daratan yang kemungkinan berupa padang rumput luas. Arkeolog dan geolog telah mengonfirmasi teori ini berdasarkan bukti di situs tersebut dan studi geologis mengenai pola erosi di pulau itu.
Penemuan Tak Terduga dan Rahasia yang Masih Terkubur
Situs ini pertama kali digali pada musim panas tahun 1929 ketika pemilik tanah, William Traill, menemukan dinding batu kokoh yang sebagian tersingkap akibat badai besar pada musim dingin sebelumnya. Bersama temannya, William Kirkness, ia mengungkap kedua bangunan tersebut dan membersihkan puing serta artefak. Awalnya, mereka mengira bangunan itu berasal dari Zaman Besi, namun penggalian oleh Anna Ritchie pada tahun 1970-an membuktikan bahwa struktur tersebut berasal dari awal Zaman Neolitikum. Ritchie juga menemukan bukti serpihan tembikar jenis Unstan ware, yang menunjukkan bahwa para penghuninya telah melakukan kontak dan perdagangan dengan masyarakat di pusat Orkney atau bahkan lebih jauh ke selatan.
Menurut buku 'Adventures in Archaeology', karena tembikar Unstan ware biasanya ditemukan di makam tertua di Orkney, seharusnya terdapat makam serupa di dekat Knap of Howar bagi para penghuninya, namun hingga kini belum ditemukan. Ada kemungkinan makam-makam tersebut telah runtuh ke laut akibat erosi atau masih tersembunyi. Penggalian terbaru di situs Ness of Brodgar telah membuktikan bahwa pemukiman besar yang sangat signifikan masih bisa terkubur secara kasat mata, menunggu untuk ditemukan.
