Misteri Maeshowe: Arsitektur Neolitikum dan Jejak Viking di Orkney

Maeshowe: Monumen Neolitikum Megah di Orkney

Maeshowe adalah sebuah gundukan makam berrongga (chambered cairn) besar dari zaman Neolitikum yang dibangun antara tahun 3000-2800 SM. Situs ini terletak di paroki Stenness, Orkney, Skotlandia. Menurut Dr. Berit Sanders dari Universitas Lund, nama Maeshowe berasal dari bahasa Skandinavia Kuno yang berarti "Gundukan Padang Rumput". Hal ini didasari oleh perkiraan bahwa lokasi Maeshowe dan situs batu berdiri Maesquoy di dekatnya dulunya merupakan padang rumput. Meskipun struktur gundukan dan lorong panjang di dalamnya membuat para ahli mengklasifikasikannya sebagai makam lorong (passage grave), hingga kini belum ditemukan sisa-sisa manusia yang signifikan di sana, selain jejak fragmen tulang dan sebagian tulang tengkorak.

Maeshowe terletak berdekatan dengan berbagai situs Neolitikum terkenal lainnya di Orkney, seperti Pemukiman Barnhouse, Batu Barnhouse, Batu Berdiri Stenness, Ness of Brodgar, Ring of Brodgar, Watchstone, Cometstone, dan Unstan Cairn. Di sisi barat laut, terdapat pula Ring of Bookan dan desa kuno Skara Brae.

Sejarah Penggalian dan Struktur Fisik

Situs ini pertama kali diekskavasi pada Juli 1861 oleh arkeolog amatir James Farrer atas rekomendasi David Balfour dan George Petrie, yang juga terlibat dalam pengerjaan Skara Brae. Berdasarkan pengukuran Petrie, Farrer mendeskripsikan bagian luar gundukan ini memiliki diameter sekitar 28 meter, tinggi 11 meter, dan keliling dasar sekitar 91 meter. Gundukan ini dikelilingi oleh parit selebar 12 meter dengan kedalaman antara 1 hingga 2 meter.

maeshowe

Saat pertama kali ditemukan, lorong masuknya tertutup puing-puing. Atas saran Petrie, Farrer memutuskan untuk menggali dari bagian atas gundukan—sebuah tindakan yang di kemudian hari dikritik keras oleh para arkeolog. Awalnya gundukan ini berbentuk kerucut, namun ketika pemerintah mengambil alih perawatannya pada tahun 1910, atap beton ditambahkan untuk menutup lubang bekas gundukan Farrer, dan bentuknya diubah menjadi seperti yang kita lihat sekarang. Maeshowe dianggap sebagai salah satu contoh arsitektur Neolitikum terbaik dan menjadi standar nama bagi makam dengan konstruksi serupa di seluruh wilayah Orkney. Pada tahun 1999, situs ini ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia di bawah pengawasan Historic Scotland.

Keselarasan Astronomis dan Fenomena Cahaya

Seperti banyak situs Neolitikum lainnya, Maeshowe dibangun selaras dengan titik balik matahari musim dingin (midwinter solstice). Pada waktu tersebut, matahari terbenam akan menyinari lorong masuk dan ruang utama dengan sangat terang. Bukti bahwa gundukan ini dibangun di atas struktur yang lebih tua ditemukan melalui lubang soket batu di dekatnya, yang menunjukkan bahwa dulunya mungkin terdapat lingkaran batu di lokasi tersebut.

Ada kaitan erat antara Maeshowe dan Batu Barnhouse (sebuah monumen batu tunggal di dekatnya). Saat titik balik matahari musim dingin, matahari terbenam tepat di atas Batu Barnhouse dan sinarnya langsung masuk ke dalam lorong Maeshowe. Selain penyinaran penuh saat titik balik matahari, terdapat fenomena unik yang disebut "Solar Flashings". Selama 22 hari sebelum dan sesudah titik balik matahari, matahari akan terbenam lalu muncul kembali sebentar dari balik bukit Ward Hill di Pulau Hoy, menciptakan kilatan cahaya yang masuk ke dalam ruangan. Para peneliti menduga desain ini sengaja dibuat sebagai simbol kembalinya hari-hari yang lebih hangat dan terang.

Interior dan Jejak Bangsa Norse

Lorong masuk Maeshowe sepanjang 11 meter memiliki fitur unik berupa "batu penyumbat"—sebuah batu besar yang bisa ditarik dari ceruk dinding untuk menutup akses lorong, kemungkinan besar digunakan selama ritual tertentu. Ruang utamanya memiliki luas sekitar 4,7 meter dengan pilar batu di sudut-sudutnya yang dulunya menopang atap berbentuk kubah.

Menariknya, di dinding ruang utama terdapat banyak ukiran huruf Rune (kumpulan terbesar yang pernah ditemukan di dunia) dan ukiran naga dari abad ke-12 Masehi. Ukiran ini dibuat oleh sekelompok orang Norse (Viking) yang berlindung di dalam gundukan saat badai salju. Berdasarkan Orkneyinga Saga, gundukan ini dijarah oleh Earl Harald Maddadarson dan Ragnvald pada abad ke-12. Meski kebenaran sejarah saga tersebut sering diperdebatkan, Farrer meyakini bahwa makam tersebut memang telah dijarah oleh bangsa Norse yang tidak terhalang oleh rasa takut atau takhayul demi mencari harta karun.

Misteri Harta Karun dan Fungsi Ritual

Meskipun coretan Rune menyebutkan adanya "harta karun besar" yang diambil maupun yang masih terkubur di dekat sana, tidak ada bukti fisik yang mendukung keberadaan emas atau perhiasan. Satu-satunya temuan pada tahun 1861 hanyalah tulang kuda dan fragmen tengkorak manusia. Para ahli mengingatkan bahwa kata "harta karun" bagi masyarakat kuno mungkin berbeda maknanya dengan saat ini. Sebagai contoh, di Pemukiman Barnhouse, sebuah pot berisi 14 keping batu api (flint) dianggap sebagai harta karun berharga karena kelangkaan material tersebut di Orkney.

Fakta bahwa "batu penyumbat" hanya bisa dioperasikan dari dalam menunjukkan bahwa Maeshowe lebih berfungsi sebagai tempat upacara atau ritual daripada sekadar makam. Kedekatannya dengan kompleks ritual Ness of Brodgar memperkuat teori bahwa Maeshowe adalah bagian penting dari pusat kegiatan spiritual masyarakat Neolitikum. Seiring berlanjutnya penggalian di area sekitarnya, tujuan asli dari pembangunan Maeshowe diharapkan akan terungkap lebih jelas.