Han Zhuo: Pahlawan Mitologi dan Perebut Kekuasaan Dinasti Xia
Han Zhuo adalah seorang tokoh pahlawan mitologi Tiongkok yang merebut kekuasaan dari Houyi sebagai pemimpin sebuah kaum di dekat wilayah Xia pada masa Tiongkok prasejarah. Han Zhuo beserta putra-putranya muncul dalam sejumlah legenda Tiongkok, di mana terdapat berbagai catatan yang saling bertentangan mengenai bagaimana ia meninggal dunia.
Legenda
Houyi dikisahkan telah menyelamatkan dunia dari kehancuran dengan memanah sembilan dari sepuluh matahari yang dulunya bersinar secara bersamaan di bumi. Di bawah pemerintahan Dinasti Shang, satu minggu dalam kalender Tiongkok dibagi menjadi sepuluh hari; setiap harinya dikhususkan untuk menghormati leluhur kerajaan tertentu dan dianggap memiliki matahari yang berbeda yang bersinar secara bergantian. Houyi dikatakan berubah menjadi seorang tiran setelah istrinya, Chang'e, mencuri ramuan keabadian miliknya dan terbang ke bulan.
Secara terpisah, Houyi juga muncul sebagai tokoh sejarah dalam catatan seperti Bambu Annals (Sejarah Bambu). Dalam catatan tersebut, ia menaklukkan ibu kota Xia, Zhenxun, pada tahun-tahun awal pemerintahan Raja Taikang. Sementara itu, Han Zhuo berasal dari negara Hai. Ia merupakan kerabat atau "pejabat rendah" dari Bo Ming, penguasa Han, namun ia dipecat dari posisinya.
Han Zhuo kemudian bergabung dengan istana Houyi dan berhasil mengambil hati para wanita di sana. Karena Houyi sangat murah hati dalam memberikan hadiah namun enggan melakukan pekerjaan administratif pemerintahan sehari-hari, ia mempercayakan tanggung jawab yang semakin besar kepada Han Zhuo, sementara ia sendiri lebih fokus pada kegiatan memanah. Akhirnya, Han Zhuo menjadi "kanselir" Houyi dan menjalankan sebagian besar tugas pemerintahan.
Dikatakan bahwa Han Zhuo menggulingkan Houyi pada tahun kedelapan pemerintahan keponakan Taikang, yakni Xiang dari Xia, atas hasutan istri Houyi sendiri. Dalam satu versi, pasangan tersebut menghadang Houyi saat ia sedang pulang berburu; dalam versi lain, Han Zhuo memukulinya hingga tewas dengan bantuan Xuan Qi. Versi ketiga menyebutkan bahwa ia dihadang oleh pengikutnya sendiri yang dipimpin oleh murid terdekatnya, Pangmeng. Sedangkan versi keempat menceritakan bahwa Han Zhuo menghasut staf istana untuk berbalik melawan raja dan membunuhnya.
Tubuh Houyi kemudian diolah menjadi makanan bagi putra atau putra-putranya. Namun, anak-anak tersebut menolak untuk memakannya sehingga mereka pun dibunuh. Jasad mereka dipajang di gerbang kota Qiong. Istri Houyi, Chun Hu (secara harfiah berarti "Rubah Murni"; juga dikenal sebagai Xuan Qi atau "Wanita Gelap"), yang merupakan rekan konspirator Han Zhuo, kemudian menjadi pendamping Han Zhuo. Dari hubungan tersebut, ia melahirkan dua putra bernama Ao (atau Jiao) dan Yi.
Sebagai penguasa, Han Zhuo menaklukkan dua negara lainnya. Namun, para pengungsi dari negara-negara tersebut berkumpul bersama kaum Ge di bawah pimpinan seorang pria bernama Mi. Mi berjuang demi kepentingan Shao Kang dan mengaku sebagai putra Raja Xiang yang telah lama hilang dari istrinya, Min, yang sempat melarikan diri.
Dalam beberapa catatan, Han Zhuo dikisahkan tewas oleh seorang menteri bernama Kuei saat sedang bertempur melawan para pengungsi Xia. Dalam catatan lain, ia melakukan bunuh diri, yang kemudian diikuti dengan keberhasilan Shao Kang memulihkan kembali Dinasti Xia. Versi lainnya menyebutkan bahwa posisinya pertama-tama digantikan oleh putranya, Ao, yang dikenang sebagai orang kuat dan dihormati sebagai "Raja yang Angkuh". Ao dianggap sebagai pahlawan budaya yang berjasa menciptakan kapal dan termasuk di antara Raja-Raja Dewa Air. Terakhir, disebutkan pula bahwa Han Jiao (Ao) tewas di tangan putra Xiang, yakni Raja Shaokang.
