Pemerintahan Raja Di Yi Berdasarkan Catatan Tulang Ramalan Dinasti Shang

Table of Contents

Pemerintahan Raja Di Yi Berdasarkan Catatan Tulang Ramalan Dinasti Shang

Di Yi, dengan nama pribadi Zi Xian, adalah seorang raja dari Dinasti Shang yang memerintah dari tahun 1101 SM hingga 1076 SM. Ibu kotanya terletak di Yin, yang sekarang menjadi wilayah Anyang di Provinsi Henan. Catatan mengenai masa pemerintahannya tersimpan dengan baik dalam inskripsi tulang ramalan (tulang Oracle) dan benda-benda perunggu kuno.

Di Yi merupakan kakak laki-laki dari Jizi dan Bi Gan. Ia memiliki tiga orang putra, yaitu Weiziqi, Weizhong, dan Di Xin. Sejarawan kuno Sima Qian mencatat bahwa karena Weiziqi dan Weizhong lahir dari selir dengan status sosial yang lebih rendah, Di Xin akhirnya ditunjuk sebagai pewaris takhta. Di Xin inilah yang kemudian menjadi penguasa terakhir dari Dinasti Shang. Setelah runtuhnya Dinasti Shang, Weiziqi dianugerahi wilayah yang menjadi Negara Song, yang kepemimpinannya kelak diteruskan oleh Weizhong.

Masa Pemerintahan

Masa pemerintahan Di Yi ditandai dengan pecahnya perang besar melawan suku Yufang, yang terjadi sekitar waktu siklus pengorbanan ritual ke-10 dalam masa bertakhtanya.

Pemerintahan Raja Di Yi

Selain itu, berdasarkan catatan tulang ramalan, ia juga dikabarkan pernah berperang melawan suku Renfang pada tahun ke-10 pemerintahannya. Namun, analisis gaya bahasa meragukan keaslian catatan ini. Keraguan muncul karena penggunaan istilah ziyong yang berarti "untuk dilaksanakan" sebenarnya baru muncul pada masa pemerintahan Di Xin, dan biasanya hanya ditemukan dalam catatan-catatan perang melawan suku Renfang. Meski demikian, para ahli sepakat bahwa perang tersebut setidaknya terbukti eskalasinya meningkat secara signifikan ketika era Di Xin dimulai.

Catatan Sejarah Pasca-Kematian

Sebagian besar catatan sejarah mengenai Di Yi yang ditulis setelah kematiannya dibuat dari sudut pandang Dinasti Zhou—pemerintahan yang menginvasi Shang. Catatan-catatan tersebut condong menggunakan sudut pandang anakronistis (kurang sesuai dengan urutan waktu sejarah) yang menekankan bahwa Di Xin telah kehilangan "Mandat Langit" (Mandate of Heaven). Oleh karena itu, sumber-sumber ini harus dicermati dengan hati-hati.

Berdasarkan kitab Sejarah Bambu (Bamboo Annals), pada tahun ketiga pemerintahannya, Di Yi memerintahkan Nanzhong untuk memerangi suku Barbar Kun. Setelah memenangkan pertempuran tersebut, ia mendirikan wilayah Shuofang (yang secara kasar mencakup wilayah Ordos modern di Mongolia Dalam) tepat di tengah-tengah wilayah suku Kun. Pada masa itu pula, sebuah gempa bumi besar melanda wilayah pra-dinasti Zhou. Catatan dalam kitab ini menyebutkan bahwa Di Yi wafat pada tahun kesembilan pemerintahannya.

Dalam Kitab Perubahan (I Ching / Book of Changes), Di Yi tercatat dua kali menyerahkan adik perempuannya untuk dinikahkan dengan Raja Wen dari Zhou. Kisah pernikahan ini diabadikan di bawah heksagram Tai dan Gui Mei.

Di sisi lain, Sima Qian mencatat bahwa masa pemerintahan Di Yi tidak berhasil memperbaiki masalah ekonomi yang sebenarnya sudah menumpuk sejak masa pemerintahan Raja Wu Yi. Walakin, Adipati Dan dari Zhou memberikan pandangan yang relatif lebih positif dalam pidatonya yang menentang kebiasaan mabuk-mabukan di Kitab Dokumen (Book of Documents). Dalam pidato itu, ia memuji bangsa Shang di era Di Yi yang tidak kecanduan minuman keras sebagai contoh kebajikan masyarakat yang patut ditiru. Sementara itu, Kitab Han (Book of Han) mencatat bahwa Di Yi sangat tergila-gila pada sesosok dewa dan akhirnya meninggal dunia akibat syok/terkejut.

Sebuah penggalan kalimat dalam kitab Zuozhuan menyiratkan bahwa Di Yi memiliki kekurangan dalam hal kebajikan, yang mirip dengan karakter Raja Li dari Zhou, meskipun hal ini tidak dijelaskan lebih terperinci.

Di Yi juga disebut-sebut sebagai asal-usul dari marga Hao. Kisah ini merujuk pada sebuah legenda di mana Di Yi menganugerahkan wilayah Haoxiang (sekarang wilayah Taiyuan) kepada Zi Qi. Zi Qi dan keturunannya kemudian mengadopsi nama tempat tersebut sebagai nama marga keluarga mereka.

Ritual Pengorbanan

Nama Di Yi disebutkan secara eksplisit setidaknya tiga kali dalam inskripsi perunggu dari masa pemerintahan putranya, Di Xin, dengan gelar anumerta "Sipil dan Militer" (Wenwu) yang disematkan pada setiap penyebutannya.

Penyebbutan pertama berasal dari tahun ke-4 pemerintahan Di Xin, ketika sebuah ritual pengorbanan yi dilakukan untuk memulai siklus ritual baru. Penyebutan kedua ditemukan pada ritual pengorbanan rong dari tahun ke-22 pemerintahannya, yang menandai akhir dari siklus ritual lainnya. Dalam kasus kedua ini, Di Xin memberikan hadiah uang kerang cowrie kepada individu yang membantunya, yang kemudian membuat sebuah bejana perunggu untuk mencatat peristiwa berharga tersebut.

Pengorbanan ketiga dilakukan selama siklus ritual ke-4 Di Xin, di mana ritual pengorbanan yi dan zhu dilaksanakan. Seorang pejabat yang membantu Di Xin bernama Bi Qi dianugerahi hadiah uang kerang cowrie, dan dokumentasi atas tindakan tersebut diabadikan dalam kerajinan perunggu kuno