Mengenal Jiuzhou: Sejarah Sembilan Provinsi yang Menjadi Simbol Tiongkok Kuno

Definisi dan Sejarah Sembilan Provinsi (Jiu Zhou)

Istilah Sembilan Provinsi atau Sembilan Wilayah (Jiu Zhou) digunakan dalam sejarah Tiongkok kuno untuk merujuk pada pembagian wilayah atau pulau-pulau selama masa Dinasti Xia dan Shang. Saat ini, istilah tersebut telah menjadi simbol yang mewakili negara Tiongkok secara keseluruhan. Kata "Provinsi" digunakan untuk menerjemahkan kata zhou, yang merupakan unit pembagian wilayah terbesar di Tiongkok sebelum masa Dinasti Tang (618–907 M). Meskipun definisi modern mengenai Sembilan Provinsi dapat ditelusuri hingga periode Musim Semi dan Musim Gugur serta Periode Negara Perang, unit-unit ini baru dianggap sebagai wilayah administratif yang nyata pada masa Dinasti Han Timur.

Berbagai Interpretasi Sembilan Provinsi

Sejarah Sembilan Provinsi (Jiu Zhou)

Naskah bambu Rongcheng Shi dari negara Chu memberikan interpretasi tertua mengenai Sembilan Provinsi, namun deskripsi awal ini sangat berbeda dengan daftar Sembilan Provinsi yang dikenal saat ini. Menurut Rongcheng Shi, sembilan provinsi tersebut adalah Tu, Jia, Zhang, Ju, Ou, Jing, Yang, Xu, dan Cuo.

Catatan yang paling populer mengenai Sembilan Provinsi berasal dari bagian Yu Gong (Upeti Yu) dalam Kitab Xia (Xia Shu), yang terhimpun dalam Kitab Dokumen (Book of Documents). Di sana tercatat bahwa Yu yang Agung membagi dunia menjadi sembilan provinsi: Ji, Yan, Qing, Xu, Yang, Jing, Yu, Liang, dan Yong.

Ensiklopedia kuno Erya dalam bagian geografi (Shidi) juga menyebutkan sembilan provinsi, namun mencantumkan You dan Ying sebagai pengganti Qing dan Liang. Sementara itu, dalam bagian "Tanggung Jawab Klan" (Zhifangshi) pada kitab Ritual Zhou (Rituals of Zhou), provinsi yang terdaftar mencakup You dan Bing, tetapi tidak memasukkan Xu dan Liang. Kitab Lüshi Chunqiu dalam bagian "Survei Awal" (Youshilan) menyebutkan You namun mengabaikan Liang.

Secara tradisional, Kitab Dokumen dianggap menggambarkan pembagian wilayah pada masa Dinasti Xia, Erya pada masa Dinasti Shang, Ritual Zhou pada masa Dinasti Zhou, dan Lüshi Chunqiu mencerminkan konsep serta distribusi wilayah nyata selama periode Musim Semi dan Musim Gugur serta Negara Perang. Lüshi Chunqiu memuat kutipan mengenai lokasi sembilan provinsi tersebut dan korelasinya dengan negara-negara pada masa itu sebagai berikut:

Provinsi Yu (yakni Zhou) terletak di antara Sungai He dan Sungai Han. Jin di Provinsi Ji berada di antara dua sungai. Provinsi Yan terletak di antara Sungai He dan Sungai Ji, yakni wilayah Wei. Provinsi Qing (yakni Qi) berada di timur. Lu berada di Provinsi Xu, di sepanjang Sungai Si. Provinsi Yang (atau Yue) berada di barat daya. Provinsi Jing berada di selatan dan membentuk wilayah Chu. Provinsi Yong (yakni Qin) berada di barat. Sedangkan Yan menempati Provinsi You di utara.

Perlu dicatat bahwa kata "Sembilan Provinsi" tidak muncul dalam prasasti tulang peramal kuno mana pun. Hal ini membuat banyak pakar meragukan bahwa Yu yang Agung adalah pencipta Sembilan Provinsi sebagaimana yang diyakini dalam tradisi. Beberapa ahli berpendapat bahwa nama "Jiuzhou" awalnya merujuk pada sebuah tempat spesifik, atau pembagian wilayah tersebut hanya berada di dalam lingkup wilayah Shandong.

Teori Sembilan Provinsi Besar

Di kemudian hari, Zou Yan, seorang pengikut Aliran Yin dan Yang (Taoisme), mengajukan teori baru tentang "Sembilan Provinsi Besar" (Da Jiu Zhou). Menurutnya, sembilan provinsi yang disebutkan dalam Kitab Dokumen hanyalah provinsi "kecil" yang bergabung membentuk "Distrik Merah / Provinsi Ilahi" (Chixian Shenzhou), yaitu Tiongkok.

Sembilan provinsi kecil tersebut kemudian membentuk satu provinsi "menengah" yang dikelilingi oleh laut. Terdapat sembilan provinsi menengah serupa yang dikelilingi oleh Samudra Besar, yang secara kolektif membentuk Sembilan Provinsi Besar. Nama-nama provinsi dalam bagian "Instruksi Geografis" (Dixingxun) pada kitab Huainanzi, anotasi biografi Zhang Heng dalam Kitab Han Akhir, serta volume kedelapan dari Riwayat Chuxue, semuanya berbeda dari daftar tradisional di atas. Catatan-catatan tersebut menyertakan nama Shenzhou, yang memicu dugaan para ahli bahwa nama-nama tersebut adalah nama dari Sembilan Provinsi Besar.

Menurut bagian "Bentuk Bumi" (Zhuixingxun) dalam Huainanzi, di luar Sembilan Provinsi Besar terdapat Delapan Yin (Bayin), Delapan Hong (Bahong), dan Delapan Ji (Baji). Berdasarkan Silsilah Keturunan Kaisar (Diwang Shiji), penguasa sebelum Shennong memiliki pengaruh hingga ke Sembilan Provinsi Besar, namun penguasa sejak Kaisar Kuning (Yellow Emperor) seterusnya tidak mampu memperluas pengaruh mereka sejauh itu.

Teori Sembilan Provinsi Besar didasarkan pada pengetahuan dari negara Yan dan Qi di pesisir Laut Kuning bahwa Tiongkok hanya mencakup 1/81 dari seluruh dunia—sebuah pandangan yang sangat berbeda dari sudut pandang Sinosentris (Tiongkok sebagai pusat dunia) yang lazim saat itu. Namun, seiring meningkatnya kontak antara Dinasti Han (206 SM – 220 M) dengan wilayah tetangganya, pengetahuan geografis yang baru membuktikan bahwa teori ini keliru, sehingga popularitasnya pun menurun.

Menjelang periode Tiga Kerajaan (220–280 M), konsep Sembilan Provinsi telah berkembang menjadi tiga belas provinsi lengkap dengan satu wilayah administrasi pusat.