Mitologi Pertanian Tiongkok: Legenda Shennong, Dewa-Dewa Kuno, dan Asal-Usul Peradaban

Mitologi Pertanian di Tiongkok

Pertanian merupakan tema yang sangat penting dalam mitologi Tiongkok. Di Tiongkok, terdapat banyak mitos yang diceritakan maupun ditulis mengenai penemuan pertanian. Mitologi Tiongkok sendiri merujuk pada mitos-mitos yang ditemukan di wilayah geografis historis Tiongkok. Hal ini mencakup mitos dalam bahasa Mandarin maupun bahasa lainnya, yang diwariskan oleh etnis Han serta kelompok etnis lainnya (di mana terdapat 56 kelompok etnis yang secara resmi diakui oleh pemerintah Tiongkok saat ini).

Banyak mitos pertanian melibatkan penemuan yang dilakukan oleh dewa atau pahlawan budaya seperti Shennong, Houji, Houtu, dan Shujun. Menurut Lihui Yang, dari tokoh-tokoh tersebut, Shennong adalah yang paling terkenal. Selain itu, terdapat pula banyak mitos lainnya.

Mitologi Pertanian di Tiongkok

Mitos yang berkaitan dengan pertanian mencakup bagaimana manusia belajar menggunakan api, memasak, peternakan, penggunaan hewan penarik, penemuan berbagai alat pertanian, domestikasi berbagai spesies tanaman seperti jahe dan lobak, evaluasi dan penggunaan berbagai jenis tanah, irigasi melalui penggalian sumur, hingga penemuan pasar tani. Mitos lainnya mencakup peristiwa yang memungkinkan pertanian dapat berjalan, seperti penghancuran jumlah matahari yang berlebihan di langit atau pengakhiran Banjir Besar.

Mitos versus Sejarah

Dalam studi budaya historis Tiongkok, banyak kisah mengenai tokoh dan peristiwa masa lalu yang memiliki tradisi ganda: satu versi menyajikannya secara lebih historis (berdasarkan sejarah), dan versi lainnya menyajikannya secara lebih mitologis. Hal ini juga berlaku pada banyak catatan yang berkaitan dengan perolehan peradaban pertanian di Tiongkok.

Beberapa Tokoh dan Hal Yang Berkaitan Dengan Mitologi Pertanian Tiongkok

Shennong

Shennong umumnya dianggap sebagai penemu pertanian dasar, termasuk penemuan bajak. Menurut Anthony Christie, meskipun ia dikenal sebagai penemu pertanian, ia tampaknya berasal dari dewa angin pembakar, yang mungkin merupakan referensi bagi metode pertanian tebang-dan-bakar.

Houji

Houji juga dikenal sebagai Ji Qi, terutama dalam konteks yang lebih berorientasi pada sejarah. Menurut K. C. Wu, secara anumerta ia lebih dikenal sebagai Houji, yang berasal dari kata hou (berarti pangeran/dewa/roh) dan ji (berarti pertanian).

Houtu

Houtu adalah dewa Bumi yang muncul dalam berbagai mitos Tiongkok.

Shujun

Shujun adalah dewa pertanian dan budidaya Tiongkok yang juga dikenal sebagai Yijun dan Shangjun. Sebagai alternatif, ia dianggap sebagai pahlawan budaya legendaris dari zaman kuno yang termasuk dalam garis keturunan kaisar Tiongkok kuno, keturunan dari Kaisar Kuning (Huangdi). Shujun secara khusus dikreditkan atas penemuan penggunaan hewan penarik dari keluarga sapi untuk menarik bajak guna membalik tanah sebelum ditanami.

Banjir Besar

Mitos mengenai banjir besar yang berlangsung selama bertahun-tahun sebelum akhirnya berhasil dikendalikan sering kali menyertakan motif tentang perolehan peradaban pertanian.

Wugu (Lima Palawija)

Secara tradisional, terdapat lima jenis tanaman pangan pokok berbentuk biji-bijian yang dapat disimpan di Tiongkok. Dikenal sebagai "Lima Palawija" (Five Grains), daftar spesifiknya bervariasi, namun umumnya mencakup berbagai biji-bijian dari keluarga serealia, kacang-kacangan, dan terkadang keluarga tanaman lainnya.

Benih dari Anjing

Menurut beberapa catatan mitologis, benih biji-bijian leluhur dari tanaman modern ditemukan menempel pada bulu seekor anjing. Terdapat banyak varian dari mitos ini.

Hal-Hal Terkait Lainnya

Terdapat berbagai mitos lain yang berhubungan dengan pertanian. Manusia dikatakan telah diajarkan cara menggunakan api oleh Suiren. Suiren, yang juga dikenal sebagai "Manusia Bor", menggunakan bor kayu untuk menyalakan api, sehingga memungkinkan makanan untuk dimasak.

  1. Selain itu, terdapat mitos mengenai:
  2. Peternakan dan penggunaan hewan penarik.
  3. Penemuan berbagai alat dan perkakas pertanian.
  4. Domestikasi berbagai spesies tanaman seperti beras, jahe, dan lobak.
  5. Evaluasi dan penggunaan berbagai jenis tanah.
  6. Irigasi melalui penggalian sumur.

Mitos lainnya mencakup peristiwa yang mendukung keberlangsungan pertanian, seperti memanah matahari yang jumlahnya berlebihan di langit atau menghentikan Banjir Besar. Terdapat juga berbagai dewa atau makhluk yang bertugas mengatur hujan, kemarau, dan fenomena siklus seperti siang dan malam atau pergantian musim yang teratur—semuanya merupakan aspek vital bagi keberhasilan pertanian. Mitos lainnya mencakup penemuan pasar tani dan penemuan proses fermentasi.