Situs Arkeologi Erligang: Pusat Teknologi Perunggu Kuno di Lembah Sungai Kuning

Budaya Erligang: Peradaban Zaman Perunggu di Tiongkok

Budaya Erligang merupakan sebuah kebudayaan arkeologi sekaligus peradaban urban Zaman Perunggu di Tiongkok yang eksis sekitar tahun 1600 hingga 1400 SM. Situs utamanya, yaitu Kota Shang Zhengzhou, ditemukan di Erligang yang terletak di dalam wilayah kota modern Zhengzhou, Provinsi Henan, pada tahun 1951.

Situs-Situs Utama

Kebudayaan ini berpusat di lembah Sungai Kuning. Pada tahun-tahun awal perkembangannya, budaya ini berekspansi dengan sangat cepat hingga mencapai wilayah Sungai Yangtze. Namun, setelah mencapai masa puncaknya, wilayah pengaruh kebudayaan ini perlahan-lahan mulai menyusut.

Zhengzhou

Penyelidikan lebih lanjut menunjukkan bahwa situs Erligang merupakan bagian dari sebuah kota kuno yang dikelilingi oleh tembok berbentuk kasar persegi panjang dengan keliling sekitar 7 kilometer (4 mil). Tembok-tembok tersebut dibangun menggunakan teknik tanah yang dipadatkan (rammed earth), sebuah metode yang sudah ada sejak situs Neolitikum Tiongkok pada masa budaya Longshan (sekitar 3000 – 1900 SM).

kebudayaan erligang
Kuali perunggu ding dari situs Zhengzhou

Diperkirakan bahwa tembok ini memiliki lebar dasar mencapai 20 meter (66 kaki) dan tinggi hingga 8 meter (26 kaki). Di luar tembok kota, terdapat bengkel-bengkel kerja berskala besar, termasuk bengkel pengolahan tulang, bengkel tembikar, dan dua bengkel pembuatan bejana perunggu. Karena kota modern Zhengzhou saat ini berdiri tepat di atas sisa-sisa kota Erligang, ekskavasi arkeologi yang menyeluruh menjadi mustahil untuk dilakukan. Oleh karena itu, sebagian besar informasi mengenai kebudayaan ini diperoleh melalui studi di situs-situs Erligang lainnya.

Panlongcheng

Situs besar di Panlongcheng yang terletak di tepi Sungai Yangtze, Hubei, saat ini merupakan situs ekskavasi terbesar yang terkait dengan budaya Erligang. Situs ini ditemukan pada tahun 1954 dan diekskavasi pada tahun 1974 serta 1976. Mengingat Zhengzhou tidak memiliki akses lokal terhadap tembaga dan timah untuk pembuatan perunggu, situs-situs seperti Panlongcheng kemungkinan besar digunakan untuk mengamankan sumber daya logam dari wilayah yang jauh.

Sejumlah besar perkakas perunggu ditemukan di Kota Panlong. Melalui penanggalan karbon pada sampel kayu yang digali dari Gunung Tonglu di Dazhi (Hubei) dan Situs Pertambangan serta Metalurgi Tongling di Ruichang (Jiangxi), dilakukan perbandingan antara artefak perunggu di Panlongcheng dan Gunung Tonglu. Hasilnya menunjukkan bahwa unsur mineral pada perunggu Panlongcheng identik dengan yang ada di Tonglushan, yang mengindikasikan bahwa bahan tembaga Panlongcheng berasal dari Tonglushan.

Bejana Perunggu

Kerajinan perunggu Erligang berkembang dari gaya dan teknik budaya Erlitou yang lebih awal, yang berpusat sekitar 85 kilometer (53 mil) di sebelah barat Zhengzhou. Erligang adalah budaya arkeologi pertama di Tiongkok yang menunjukkan penggunaan teknik pengecoran bejana perunggu secara luas. Dibandingkan dengan masa Erlitou, bejana perunggu pada masa Erligang menjadi jauh lebih umum digunakan dan memiliki gaya yang lebih seragam.

Hubungan dengan Catatan Tradisional

Banyak arkeolog Tiongkok meyakini bahwa kota kuno Yanshi dan Zhengzhou merupakan salah satu ibu kota awal Dinasti Shang yang disebutkan dalam sejarah tradisional, sehingga mereka menyebut budaya Erligang sebagai "Shang Awal". Namun, banyak cendekiawan dan arkeolog Barat menunjukkan bahwa, tidak seperti pemukiman Anyang yang muncul belakangan, tidak ditemukan catatan tertulis di situs-situs Erligang yang dapat menghubungkan sisa-sisa arkeologis tersebut dengan catatan tradisional yang ditulis seribu tahun kemudian.

Daftar Bacaan

  • Bagley, Robert (1999), "Shang Archaeology", in Loewe, Michael; Shaughnessy, Edward L. (eds.), The Cambridge History of Ancient China, Cambridge: Cambridge University Press, pp. 124–231
  • Liu, Li (2003), "The products of minds as well as of hands: production of prestige goods in the Neolithic and early state periods of China", Asian Perspectives, 42 (1): 1–40
  • Liu, Li; Chen, Xingcan (2012), The Archaeology of China: From the Late Paleolithic to the Early Bronze Age, Cambridge University Press