Mengungkap Peradaban Xinle: Budaya Neolitikum di Tiongkok Timur Laut

Kebudayaan Xinle (5500-4800 SM)

Kebudayaan Xinle adalah sebuah peradaban Neolitikum yang berkembang di wilayah timur laut Tiongkok sekitar tahun 5500–4800 SM. Pusat kebudayaan ini berada di sekitar Sungai Liao bagian bawah, tepatnya di Semenanjung Liaodong, Provinsi Liaoning. Bukti-bukti menunjukkan bahwa masyarakat Xinle telah bercocok tanam millet dan beternak babi. Situs utama kebudayaan ini ditemukan di Distrik Huanggu, Shenyang, Liaoning. Situs ini dinamakan Xinle karena penemuannya berawal di area sebuah penginapan tua.

Penamaan Situs

kebudayaan xinle
Salah satu bentuk rumah di Xinle

Situs pemukiman kuno ini pertama kali ditemukan di kompleks perumahan pekerja pabrik listrik. Bangunan tersebut bernama Asrama Xinle. Oleh karena itu, artefak yang ditemukan kemudian dinamakan Peninggalan Xinle. Seiring waktu, para ahli menyadari bahwa situs ini merupakan bagian dari peradaban yang belum dikenal sebelumnya. Akhirnya, seluruh peradaban tersebut dinamai Kebudayaan Xinle, mengikuti nama peninggalan yang pertama kali ditemukan. Meskipun penemuan-penemuan terbaru di daerah sekitarnya, terutama di Xinmin, sangat signifikan, nama asli Xinle tetap dipertahankan.

Ekskavasi

Pada tahun 1973, penggalian di situs Xinle berhasil mengungkap sekitar 40 rumah Neolitikum. Artefak yang ditemukan meliputi perkakas batu, tembikar, giok, perkakas tulang, ukiran kayu, dan batu bara olahan.

Pada tahun 1978, penggalian lanjutan menemukan lebih banyak artefak, termasuk ukiran kayu berusia sekitar 7.200 tahun. Ukiran ini diduga merupakan semacam totem yang disembah oleh masyarakat Xinle. Temuan ini merupakan artefak tertua yang pernah ditemukan di Shenyang, dan menjadi salah satu ukiran kayu tertua yang ditemukan di dunia.

Museum

Pada tahun 1984, Museum Peradaban Xinle didirikan untuk melestarikan dan memamerkan temuan-temuan dari situs ini. Museum ini terbagi menjadi dua bagian, utara dan selatan. Bagian selatan menampilkan berbagai artefak yang ditemukan selama penggalian di situs seluas 18 hektar ini. Sementara itu, bagian utara menyajikan rekonstruksi desa Xinle berusia 7.000 tahun. Beberapa rumah di desa rekonstruksi ini menggambarkan bagaimana kehidupan masyarakat Xinle pada masa itu.