Mang: Raja Kesembilan Dinasti Xia

Mang: Raja Kesembilan Dinasti Xia

Mang (1924 – 1906 SM) adalah raja kesembilan dari dinasti semi-legendaris Xia. Ia diperkirakan memerintah selama 18 tahun. Selain dikenal sebagai Mang, ia juga memiliki nama lain, yaitu Huang.

Mang Raja Kesembilan Dinasti Xia

Kaisar Si Mang mencetuskan sebuah upacara pengorbanan yang disebut Upacara Penenggelaman (Chen Ji). Dalam ritual ini, tiga jenis hewan ternak—sapi, babi, dan domba—serta sebuah giok peringatan ditenggelamkan ke dalam Sungai Kuning sebagai persembahan kepada roh air demi memohon kedamaian dan keselamatan. Sejak saat itu, tradisi pengorbanan dengan cara ditenggelamkan memiliki peran yang sangat penting dalam sepanjang sejarah Tiongkok.

Silsilah Keluarga

Ayah Mang adalah Raja Huai dari Xia, yang merupakan putra dari Raja Zhu dari Xia. Ibu Mang adalah seorang wanita yang tidak diketahui identitasnya, yang merupakan permaisuri Raja Huai. Mang memiliki seorang permaisuri yang melahirkan putranya, Xie. Cucu-cucu Mang adalah Jiong dari Xia dan Bu Jiang yang bijaksana.

Biografi

Mang naik takhta setelah kematian ayahnya pada tahun Renshen. Untuk merayakan penobatannya, ia memberikan giok-giok berharga kepada seluruh pengikut setianya (vassals). Pada tahun ke-33 masa pemerintahannya, pengikut dari bangsa Shang bernama Zihai memindahkan ibu kotanya dari Shangqiu (Shangqiu) ke Yin untuk pertama kalinya. Menurut catatan Bamboo Annals, Mang pernah menangkap seekor ikan besar saat ia sedang berlayar di Laut Tiongkok Timur. Setelah masa pemerintahannya berakhir, ia digantikan oleh putranya, Xie.