Zhu: Kisah Raja Dinasti Xia dan Masa Kejayaan Tiongkok Kuno

Zhu: Raja di Masa Kejayaan Dinasti Xia

Zhu adalah raja ketujuh dari Dinasti Xia (sekitar 2070–1600 SM) di Tiongkok Kuno yang bersifat semi-legendaris. Masa pemerintahan Zhu, bersama dengan masa pemerintahan ayahnya, Shao Kang, dianggap sebagai periode yang damai dan makmur dalam sejarah Dinasti Xia.

Latar Belakang

Dinasti Xia (sekitar 2070–1600 SM) merupakan dinasti pertama dalam historiografi tradisional Tiongkok. Meskipun didirikan oleh Yu yang Agung, keberadaan sejarah dinasti dan para penguasanya masih sangat diragukan dan menjadi subjek perdebatan.

Terdapat ketidakpastian mengenai karakter penulisan yang benar untuk nama "Zhu". Beberapa sumber menyebutnya sebagai Yu, namun menurut Sima Zhen, namanya dibaca sebagai "Zhù".

Narasi Tradisional

Sumber-sumber sejarah yang ada saat ini memberikan informasi terbatas mengenai masa pemerintahan Zhu. Ia adalah putra dari Raja Shao Kang. Menurut Zuo Zhuan, istri Shao Kang—yang diduga merupakan ibu kandung Zhu—adalah seorang putri dari Yu Si, keturunan dari dinasti legendaris Yu.

Zhu Kisah Raja Dinasti Xia

Shao Kang lahir pada masa kekosongan kekuasaan dalam sejarah Xia, ketika wilayah tersebut dikuasai oleh seorang perampas takhta bernama Han Zhuo. Dalam serangan yang dilakukan Shao Kang untuk merebut kembali takhta, Zuo Zhuan mencatat bahwa Zhu memimpin "pasukan pengalih perhatian" di bagian belakang.

Menjelang akhir masa pemerintahannya, Shao Kang memberikan wilayah kekuasaan (fief) di dekat Kuaiji kepada putranya yang lain, yaitu Wuyu. Sinolog Wu Kuo-Chen berspekulasi bahwa persaingan antara Wuyu dan pewaris takhta, Zhu, mungkin berkembang menjadi perselisihan yang hanya bisa diselesaikan melalui pemberian wilayah tersebut.

Bamboo Annals (Catatan Bambu) memberikan laporan singkat mengenai masa pemerintahan Zhu. Ia naik takhta pada tahun ji si dan menetap di Yuan (sekarang Jiyuan), kemudian memindahkan ibu kota ke Laoqiu (sekarang Kaifeng) setelah lima tahun berkuasa.

Pada tahun kedelapan pemerintahannya, Zhu melakukan ekspedisi hukuman ke Laut Tiongkok Timur hingga mencapai Sanshou. Saat sedang berburu di sela-sela ekspedisi tersebut, Zhu membunuh seekor rubah berekor sembilan. Pada tahun ketiga belas, pengikutnya dari Shang, yaitu Ming, meninggal di He. Zhu sendiri meninggal pada tahun ketujuh belas masa pemerintahannya dan digantikan oleh putranya, Huai.

Catatan tradisional umumnya mengartikan masa pemerintahan Shao Kang dan Zhu sebagai "periode persatuan dan ketenangan". Di tengah kedamaian yang pulih serta keberhasilan menaklukkan masyarakat di wilayah Timur, masa pemerintahan Zhu digambarkan sebagai "periode paling kuat dan makmur dari Dinasti Xia". Selain itu, Guoyu menggambarkan Zhu sebagai sosok yang mengikuti teladan Yu yang Agung, yang menjadi "indikasi lebih lanjut bahwa masa pemerintahannya adalah awal yang baru dalam beberapa aspek".