Zhurong: Sosok Dewa Api di Balik Teknologi Keramik dan Sejarah Dinasti Tiongkok

Zhurong: Dewa Api dalam Mitologi dan Sejarah Tiongkok

Zhurong yang juga dikenal sebagai Chongli, merupakan sosok penting dalam mitologi dan agama rakyat Tiongkok. Berdasarkan kitab Huainanzi serta teks-teks filosofis dari Mozi dan para pengikutnya, Zhurong diakui sebagai dewa api dan dewa penguasa arah selatan. Beberapa sumber menghubungkan Zhurong dengan berbagai mitos kuno utama di Tiongkok, seperti kisah Nuwa (Nuwa Menambal Langit), Gonggong, dan peristiwa Banjir Besar.

Etimologi Nama

Salah satu aspek menarik dari karakter tradisional Tionghoa yang digunakan untuk nama Zhurong adalah karakter (rong). Karakter ini terbentuk dari gabungan karakter (), yang merujuk pada kuali ritual atau bejana berkaki tiga dengan kaki berongga. Bejana ini sangat dikenal dalam laporan arkeologi sebagai ciri khas dari zaman Kalkolitikum (Neolitikum Akhir/Perunggu Awal) yang ditemukan di situs-situs arkeologi Tiongkok utara.

Karakter tersebut digabungkan dengan karakter lain, yaitu chong. Dalam pembentukan karakter kompleks lainnya, komponen ini biasanya digunakan untuk mewakili kata-kata yang berkaitan dengan cacing, ular, atau serangga. David Hawkes menghubungkan karakter-karakter dalam nama Zhurong ini dengan perkembangan budaya dan teknologi keramik di Tiongkok kuno.

Sisi Historis

Di masa lalu, mitologi Tiongkok dipercaya sebagai rekaman sejarah yang faktual, setidaknya sebagian. Oleh karena itu, dalam studi budaya Tiongkok kuno, banyak kisah mengenai tokoh dan peristiwa masa lalu memiliki tradisi ganda: satu versi menyajikannya secara historis (sejarah nyata) dan versi lainnya secara mitologis.

Hal ini juga berlaku bagi Zhurong. Dalam kitab Catatan Sejarah Agung (Shiji) karya Sima Qian, Zhurong digambarkan sebagai tokoh sejarah nyata yang menjabat dalam pemerintahan sebagai Menteri Api.

Silsilah Legendaris

Kitab Klasik Gunung dan Laut (Shanhaijing) memberikan beberapa versi silsilah bagi Zhurong, termasuk klaim bahwa ia adalah keturunan dari Kaisar Yan (Yan Di) maupun Kaisar Kuning (Huang Di). Namun, catatan ini termuat dalam bagian Dahuangjing dan Haineijing yang keasliannya sering diragukan karena ditulis paling akhir.

Zhurong

Dalam kitab tersebut, Zhurong digambarkan sebagai putra dari seseorang yang namanya berarti "Bermain dengan Periuk", yang merupakan anak dari seseorang bernama "Periuk Terampil" (yang digambarkan memiliki kepala berbentuk persegi). Dalam pengantar antologi Chu Ci, David Hawkes menggunakan pengamatan ini untuk memperkuat spekulasinya mengenai hubungan signifikan antara bukti arkeologis teknologi keramik dengan latar belakang budaya materi dalam Chu Ci.

Zhurong juga dikatakan sebagai putra dari Gaoyang (dikenal sebagai Zhuanxu), seorang dewa langit. Dalam versi yang lebih historis, Zhuanxu digambarkan sebagai manusia biasa, yakni seorang Kaisar Tiongkok. Gaoyang juga memiliki putra lain bernama Gun, yang merupakan ayah dari Yu yang Agung.

Deskripsi dan Karakter

Prasasti di Kuil Wu Liang mendeskripsikan Zhurong sebagai sosok yang:

"Tidak melakukan hal yang sia-sia. Ia tidak memiliki kecanduan maupun nafsu, dan hukuman tidak pernah diterapkan dalam masa kepemimpinannya."

Namun, dalam sebuah mitos lain, Zhurong digambarkan tertarik pada kekuatan fisik dan bertarung melawan Gonggong selama berhari-hari untuk menentukan siapa yang lebih kuat. Menurut Klasik Gunung dan Laut, Gonggong sebenarnya adalah keturunan Zhurong. Hal ini memicu kecurigaan bahwa catatan dalam Haineijing mungkin telah diubah pada masa Dinasti Han demi kepentingan politik Tiongkok saat itu.

Klan kekaisaran dari Dinasti Qin mengklaim sebagai keturunan dari Gaoyang (tetapi bukan melalui jalur Zhurong). Di sisi lain, Zhurong diklaim sebagai leluhur dari delapan garis keturunan keluarga kerajaan di Negara Chu.

Daftar Bacaan

  • Hawkes, David, ed. (2011) [1985]. The Songs of the South: An Ancient Chinese Anthology of Poems by Qu Yuan and Other Poets. London: Penguin Books.
  • Yang Lihui; et al. (2008). Handbook of Chinese Mythology. New York: Oxford University Press.