Mengenal Tiga Penguasa dan Lima Kaisar
Berdasarkan mitologi Tiongkok dan historiografi tradisional, Tiga Penguasa dan Lima Kaisar merupakan deretan kaisar bijak yang dianggap sebagai pemimpin pertama Tiongkok. Saat ini, mereka dipandang sebagai pahlawan budaya, namun pada zaman kuno, mereka dipuja secara luas sebagai "roh leluhur" yang bersifat ilahi.
Menurut catatan sejarah yang diterima, masa pemerintahan mereka mendahului Dinasti Xia. Meskipun demikian, mereka diyakini tetap eksis pada periode-periode setelahnya dalam bentuk tanpa wujud yang membantu rakyat Tiongkok. Contohnya adalah kisah Nüwa yang muncul sebagai roh pada masa Dinasti Shang, serta Shennong yang diidentifikasi sebagai wujud dewa dari Hou Ji sekaligus pendiri Dinasti Zhou.
Peran dalam Mitologi
Dalam mitos, Tiga Penguasa digambarkan sebagai dewa-manusia yang menggunakan kemampuan mereka untuk menciptakan umat manusia serta mengajarkan keterampilan dan pengetahuan dasar yang penting bagi kehidupan. Sementara itu, Lima Kaisar adalah para bijak teladan yang memiliki karakter moral luar biasa. Mereka hidup di "zaman keemasan" saat hubungan antara tatanan manusia dan ilahi menjadi pusat kehidupan. Pada masa itu, para orang bijak ini menjadi perwujudan dari yang ilahi atau membantu manusia berkomunikasi dengan kekuatan-kekuatan suci.
Pada periode ini, sistem suksesi yang digunakan adalah sistem abdikasi (penyerahan kekuasaan secara sukarela kepada orang yang paling cakap), sebelum akhirnya Qi dari Dinasti Xia merebut kekuasaan dengan kekerasan dan mendirikan sistem monarki turun-temurun.
Sejarah dan Perkembangannya
Kepercayaan Taoisme banyak mengandung perumpamaan yang melibatkan tema-tema perdukunan (shamanisme), yang menjadi asal-usul dari sebagian besar kisah kuno mengenai Penguasa Fuxi, Nüwa, dan Shennong. Konsep mengenai keberadaan Lima Kaisar sendiri baru muncul pada abad ke-5 SM. Para sarjana berpendapat bahwa tradisi suksesi tersebut muncul pada awal periode Negara-Negara Berperang (Warring States Period) untuk mendukung agenda politik para menteri yang saat itu sering menggulingkan penguasa negara mereka.
Variasi Identitas
Terdapat sekitar enam hingga tujuh variasi mengenai siapa saja tokoh yang termasuk dalam kelompok Tiga Penguasa dan Lima Kaisar, tergantung pada sumber rujukannya. Banyak dari sumber-sumber ini ditulis pada masa dinasti yang jauh lebih modern.
Kelompok Tiga Penguasa biasanya terdiri dari kombinasi nama-nama berikut: Fuxi, Nüwa, Shennong, Suiren, Zhu Rong, Gonggong, Penguasa Langit, Penguasa Bumi, Penguasa Manusia, dan Kaisar Kuning (Yellow Emperor).
Kelompok Lima Kaisar biasanya terdiri dari kombinasi berikut: Kaisar Kuning, Zhuanxu, Kaisar Ku, Kaisar Yao, Kaisar Shun, Shaohao, Taihao, dan Kaisar Yan.
Tiga Penguasa (Three Sovereigns)
Tiga Penguasa, yang terkadang dikenal sebagai "Tiga Sosok Agung", disebut sebagai raja-dewa atau dewa-manusia yang menggunakan kekuatan magis, kekuatan ilahi, atau keselarasan mereka dengan Tao untuk meningkatkan taraf hidup rakyatnya. Berkat kebajikan mereka yang luhur, mereka dianugerahi umur yang sangat panjang dan memerintah dalam periode perdamaian yang luar biasa.
Para penguasa ini memiliki elemen yang serupa dengan Xian (manusia abadi) dalam panteon Taoisme, seperti kereta awan milik Penguasa Manusia dan kemampuan supranatural mereka. Kaisar Kuning sendiri konon "menjadi" seorang Xian setelah kematiannya. Ia dianggap sebagai leluhur bangsa Huaxia, dan makamnya didirikan di Shaanxi untuk memperingati legenda garis keturunan tersebut.
Berikut adalah variasi identitas Tiga Penguasa menurut berbagai teks sejarah:
| Sumber | Tiga Penguasa |
| Catatan Sejarah Agung (Shiji), tambahan oleh Sima Zhen | Penguasa Langit, Penguasa Bumi, Penguasa Tai (atau Fuxi, Nüwa, Shennong) |
| Silsilah Kaisar (Diwang Shiji) | Fuxi, Shennong, Kaisar Kuning |
| Shiben | Fuxi, Shennong, Kaisar Kuning |
| Baihu Tongyi | (Var 1) Fuxi, Shennong, Zhu Rong; (Var 2) Fuxi, Shennong, Suiren |
| Fengsu Tongyi | Fuxi, Nüwa, Shennong |
| Yiwen Leiju | Penguasa Langit, Penguasa Bumi, Penguasa Manusia |
| Tongjian Waiji | Fuxi, Shennong, Gonggong |
| Chunqiu Yundou Shu / Yuanming Bao | Fuxi, Nüwa, Shennong |
| Shangshu Dazhuan | Fuxi, Shennong, Suiren |
Lima Kaisar (Five Emperors)
Secara tradisional, Lima Kaisar dianggap sebagai penemu api, tulisan, dan sistem irigasi. Seperti halnya Tiga Penguasa, identitas mereka berbeda-beda tergantung pada sumber sejarahnya:
| Sumber | Lima Kaisar |
| Catatan Sejarah Agung (Shiji) | Kaisar Kuning, Zhuanxu, Ku, Yao, Shun |
| Silsilah Kaisar (Diwang Shiji) | Shaohao, Zhuanxu, Ku, Yao, Shun |
| I Ching | Taihao, Kaisar Yan, Kaisar Kuning, Yao, Shun |
| Komentar Seorang Pertapa (Qianfulun) | Taihao, Yan, Kaisar Kuning, Shaohao, Zhuanxu |
| Zizhi Tongjian Waiji | Kaisar Kuning, Shaohao, Zhuanxu, Ku, Yao |
Para Penguasa dan Kaisar ini dikisahkan telah berjasa dalam memperkenalkan penggunaan api, mengajarkan masyarakat cara membangun rumah, serta menciptakan sistem pertanian. Sementara itu, istri dari Kaisar Kuning diyakini sebagai sosok di balik penemuan budidaya sutra. Selain hal-hal tersebut, penemuan di bidang medis, penciptaan kalender, hingga sistem tulisan Mandarin juga merupakan warisan yang diatribusikan kepada para raja ini. Setelah masa kepemimpinan mereka berakhir, Yu yang Agung kemudian mendirikan Dinasti Xia, yang dalam catatan sejarah Tiongkok secara tradisional diakui sebagai dinasti pertama.
Daftar Bacaan
- Hucker, Charles (1995). China's Imperial Past: An Introduction to Chinese History and Culture. Stanford University Press.
- Morton, W. Scott; Lewis, Charlton M. (2005). China: its history and culture (4th ed.). New York: McGraw-Hill.
- Scarpari, Maurizio (2006). Ancient China: Chinese Civilization from the Origins to the Tang Dynasty. Translated by Milan, A.B.A. New York: Barnes & Noble.
- Ni, Xueting C. (2023). Chinese Myths: From Cosmology and Folklore to Gods and Immortals. London: Amber Books.
- Willard Gurdon Oxtoby, ed. (2002). World Religions: Eastern Traditions (2nd ed.). Don Mills, ON: Oxford University Press.
