Dìhuang (Penguasa Bumi)
Dìhuang adalah raja legendaris Tiongkok kedua setelah era Pangu. Menurut Yiwen Leiju, ia merupakan sosok kedua dari Tiga Penguasa (Three Sovereigns).
Berdasarkan catatan "Babad Dasar Tiga Penguasa" (Sānhuang Benjì) dalam suplemen Sima Zhen untuk Catatan Sejarah Agung (Records of the Grand Historian), Dìhuáng digambarkan sebagai raja yang memerintah di bawah pengaruh elemen api (Huodewang). Ia memiliki ciri fisik unik, yaitu memiliki sebelas kepala. Dìhuang dikenal sebagai raja dengan banyak pencapaian, memiliki sebelas saudara laki-laki, dan hidup hingga usia delapan belas ribu tahun.
Saat Dìhuang lahir, dunia dalam keadaan kacau. Pada tahun itu, matahari dan bulan yang tercipta dari kedua mata Pangu, serta bintang-bintang yang berasal dari rambut Pangu, tidak dapat bergerak dengan semestinya. Kondisi ini menyebabkan banyak hari tanpa matahari, hari di mana matahari bersinar sepanjang waktu, atau sering terjadinya peristiwa jatuhnya bintang yang membahayakan.
Dengan kekuatannya, Dìhuang berhasil memperbaiki keadaan tersebut. Ia menata kembali pergerakan matahari dan bulan, serta menetapkan jumlah hari dalam sebulan dan jumlah bulan dalam setahun.
Masa pemerintahan Dìhuang berlangsung selama sebelas ribu tahun. Selama masa kepemimpinannya, ia menciptakan Gunung Xiong'er ("Gunung Telinga Beruang") dan Gunung Longmen ("Gunung Gerbang Naga"). Setelah masa kekuasaannya berakhir, ia digantikan oleh Renhuang (Penguasa Manusia).
Daftar Bacaan
- "Ssuma Ch'ien's Historical Records, Introductory Chapter". Journal of the Royal Asiatic Society. 26 (2). Translated by Allen, Herbert J.: 269–295 1894.
