Mengenal Hou Ji: Tokoh Legendaris dan Dewa Pertanian dalam Mitologi Tiongkok

Mengenal Hou Ji: Tokoh Legendaris dan Dewa Pertanian dalam Mitologi Tiongkok

Hou Ji adalah tokoh pahlawan budaya legendaris Tiongkok yang dianggap berjasa memperkenalkan tanaman jawawut (millet) kepada umat manusia pada masa Dinasti Xia. Sebelum gandum diperkenalkan, jawawut merupakan makanan pokok utama masyarakat Tiongkok bagian utara. Menurut Catatan Sejarawan Agung (Records of the Grand Historian), namanya diterjemahkan sebagai "Penguasa Jawawut," sebuah gelar yang dianugerahkan kepadanya oleh Kaisar Shun. Hou Ji dikenal karena mengembangkan filosofi Agrarianisme dan berjasa dalam penanggulangan Banjir Besar pada masa pemerintahan Kaisar Yao. Ia juga diakui sebagai leluhur klan Ji, yang kemudian menjadi keluarga penguasa Dinasti Zhou, atau bahkan dianggap sebagai pendiri Dinasti Zhou.

Setelah era Dinasti Zhou berakhir, para sejarawan, ahli cerita rakyat, dan praktisi agama kuno Tiongkok memiliki berbagai pandangan mengenai sosok Hou Ji. Salah satu pandangan tersebut menyebutkan bahwa setelah kematiannya, ia didewakan sebagai dewa Shennong.

Sejarah Hou Ji

Nama asli Hou Ji adalah Qi, yang secara harfiah berarti "dibuang". Terdapat dua versi populer mengenai asal-usulnya. Dalam satu versi mitologi Tiongkok, ia diyakini lahir secara supranatural ketika ibunya, Jiang Yuan—istri Kaisar Ku yang sebelumnya tidak memiliki keturunan—menginjak jejak kaki yang ditinggalkan oleh Shangdi, dewa langit tertinggi dalam panteon Tiongkok kuno. Versi lain menyebutkan bahwa ia hanyalah salah satu dari empat putra Kaisar Ku, yang masing-masing dinubuatkan akan melahirkan garis keturunan kaisar di Tiongkok. Asal-usul ini memungkinkan keturunannya untuk mengklaim garis keturunan yang terhubung langsung dengan Kaisar Kuning.

Hou Ji dewa pertanian tiongkok

Menurut legenda, ia sempat dibuang berulang kali oleh ibunya, namun selalu berhasil diselamatkan: di jalan oleh hewan ternak, di hutan oleh penebang kayu, dan di atas es oleh seekor burung besar. Kelak, ia menjadi terkenal karena keberhasilannya menanam kacang-kacangan, padi, rami, labu, dan berbagai jenis jawawut. Ia juga dianggap sebagai tokoh yang memperkenalkan ritual pengorbanan musim semi, yang melibatkan persembahan bir jawawut hasil fermentasi, daging domba panggang, dan tanaman southernwood.

Warisan

Hou Ji diakui sebagai leluhur keluarga kerajaan Dinasti Zhou dan dihormati dalam Kitab Puisi (Book of Songs). Salah satu bagian dalam karya tersebut, yaitu Sheng Min ("Kelahiran Rakyat Kita"), termasuk dalam kelompok Himne Agung. Untuk menghormatinya, para menteri pertanian Dinasti Zhou juga menggunakan gelar "Houji". Putranya, Buzhu, mewarisi posisinya di istana Xia. Namun, saat Buzhu menua, Dinasti Xia yang merupakan keturunan dari Yu yang Agung (rekan kerja Hou Ji di bawah pemerintahan Shun) mengalami kemunduran politik. Akibatnya, Buzhu meninggalkan jabatan dan pertanian jawawutnya untuk hidup di antara suku Rong dan Di.

Meskipun sejarawan seperti Sima Qian lebih memilih pendekatan rasionalis dengan memandang Hou Ji sebagai putra kandung Kaisar Ku dan pejabat biasa di istana Xia, sosok Hou Ji tetap dihormati luas. Ia dipuja tidak hanya sebagai pahlawan budaya, tetapi juga sebagai dewa pelindung panen yang melimpah.

Daftar Bacaan

  • Wu, K. C. (1982). The Chinese Heritage. New York: Crown Publishers.
  • Yang, Lihui; An, Deming; Turner, Jessica Anderson (2005). Handbook of Chinese Mythology. New York: Oxford University Press.