Siapakah Raja Gao? Pemimpin Dinasti Xia yang Memulihkan Kekuasaan Shiwei

Gao: Penguasa ke-15 Dinasti Xia

Gao (1758 – 1747 SM) tokoh penguasa dalam tradisi sejarah Tiongkok kuno yang menjabat sebagai raja ke-15 dari Dinasti Xia. Meskipun catatan sejarah mengenai era ini sering dianggap sebagai semi-legendaris (bercampur antara catatan sejarah dan mitologi), keberadaan Gao tercatat dalam naskah klasik seperti Catatan Sejarah Agung (Shiji) karya Sima Qian serta Babad Bambu (Zhushu Jinian).

Masa Pemerintahan

Gao Penguasa ke-15 Dinasti Xia

Gao diperkirakan memimpin selama 11 tahun. Masa pemerintahannya berada di periode kritis Dinasti Xia, di mana kestabilan politik di bawah kepemimpinan penguasa sebelumnya sering kali goyah. Sebagai putra dari Kong Jia—raja yang dikenal karena sifatnya yang eksentrik dan pemerintahannya yang dianggap membawa kemerosotan bagi moralitas kekuasaan—Gao mewarisi tantangan besar dalam upaya memulihkan legitimasi serta wibawa takhta Xia di mata para penguasa daerah (vassal).

Pemulihan Shiwei

Salah satu poin krusial dalam masa pemerintahan Gao adalah kebijakan rekonsiliasi politik yang ia ambil pada tahun ketiga. Ia memutuskan untuk memulihkan kekuasaan Shiwei .

  • Latar Belakang: Shiwei adalah seorang bangsawan atau penguasa daerah yang sebelumnya digulingkan oleh ayah Gao, Kong Jia. Tindakan Kong Jia tersebut di masa lalu sering dilihat sebagai upaya untuk memusatkan kekuasaan secara otoriter, yang justru berpotensi memicu ketidakpuasan di antara kaum bangsawan pendukung dinasti.
  • Logika Kebijakan: Dengan mengembalikan posisi Shiwei, Gao menunjukkan sebuah strategi politik yang pragmatis. Langkah ini kemungkinan besar bertujuan untuk:
  • Meredam gejolak regional: Mengurangi oposisi dari klan atau kelompok bangsawan yang merasa dirugikan oleh kebijakan ayahnya.
  • Memperkuat dukungan militer dan administratif: Memulihkan loyalitas penguasa lokal yang berpengaruh agar membantu menstabilkan wilayah kekuasaan pusat.
  • Restorasi Tradisi: Menunjukkan sosok pemimpin yang lebih bijaksana (memperbaiki kesalahan pendahulu) dibandingkan citra ayahnya yang kontroversial.

Kedudukan dalam Garis Waktu

Pemerintahan Gao merupakan jembatan dalam upaya mempertahankan struktur kekuasaan Xia sebelum dinasti tersebut akhirnya mengalami kemunduran total di bawah pemerintahan raja-raja terakhir, seperti Jie. Tindakannya merehabilitasi posisi Shiwei menjadi bukti bahwa penguasa Xia masih berusaha melakukan konsolidasi internal untuk mempertahankan hegemoni mereka atas berbagai suku dan wilayah di Tiongkok kuno pada masa itu.