Tai Kang: Raja Ketiga Dinasti Xia yang Kontroversial

Tai Kang: Raja Ketiga Dinasti Xia yang Kontroversial

Tai Kang adalah raja ketiga dari Dinasti Xia. Ia merupakan putra dari Raja Qi dari Xia, serta cucu dari Yu yang Agung dan permaisurinya, Nu Jiao. Dalam sejarah, Tai Kang dikenal sebagai pemimpin yang kurang cakap karena lebih mengutamakan kegemarannya berburu daripada mengurus pemerintahan.

Tai Kang Raja Ketiga Dinasti Xia

Berdasarkan catatan Bamboo Annals, Tai Kang naik takhta pada tahun Guiwei dengan pusat pemerintahan di Zhenxun. Pada tahun pertama pemerintahannya, ia pergi berburu melintasi Sungai Luo. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Houyi untuk merebut dan menduduki ibu kota Zhenxun. Tai Kang meninggal empat tahun setelah peristiwa tersebut, meskipun menurut buku Lushi, ia baru meninggal 10 tahun kemudian.

Catatan lain dalam Records of the Grand Historian menyebutkan bahwa Tai Kang memerintah selama sekitar 19 tahun sebelum akhirnya kehilangan kekuasaan. Sementara itu, ensiklopedia Taiping Yulan mengklaim bahwa ia adalah seorang tiran yang memerintah selama 29 tahun, sebelum akhirnya kehilangan takhta dan menghilang tanpa jejak.

Setelah Tai Kang turun takhta, kekuasaan diteruskan oleh saudaranya, Zhong Kang, dan keponakannya, Xiang dari Xia. Beberapa sumber sejarah juga menyebutkan narasi berbeda mengenai akhir hayatnya, yakni bahwa Tai Kang tewas dengan cara tenggelam di sebuah danau.