Raja Wu Yi: Penguasa Dinasti Shang yang Tewas Tersambar Petir karena Menantang Langit
Raja Wu Yi (1147-1112 SM)
Wu Yi, yang memiliki nama asli Zi Qu, adalah raja dari Dinasti Shang di Cina kuno yang memerintah dari tahun 1147 hingga 1112 SM. Menurut kitab Cetak Biru Bambu (Bamboo Annals), pusat pemerintahannya terletak di kota Yin. Wu Yi merupakan putra dari raja sebelumnya, Geng Ding, sekaligus ayah dari Raja Wen Ding.
Catatan Sejarah Pemerintahan
Tahun ke-21 Pemerintahan: Pemimpin wilayah Zhou yang bernama Koufu meninggal dunia.
Tahun ke-24 Pemerintahan: Berdasarkan catatan Cetak Biru Bambu, pasukan Zhou melancarkan serangan ke wilayah Cheng di Bi, dan berhasil memenangkan pertempuran tersebut.
Tahun ke-30 Pemerintahan: Menurut Cetak Biru Bambu, Zhou menyerang wilayah Yiqu dan berhasil menawan rajanya. Sementara itu, sejarawan Sima Qian mencatat sudut pandang yang lebih detail: Raja Yiqu sebenarnya memiliki dua putra dari ibu yang berbeda. Setelah sang raja wafat, kedua putra ini saling berebut takhta. Situasi konflik internal ini dimanfaatkan oleh Zhou untuk mengalahkan keduanya dan langsung mencaplok seluruh wilayah Yiqu.
Tahun ke-34 Pemerintahan: King Ji (Raja Ji) dari Zhou datang berkunjung ke ibu kota Shang untuk melakukan penghormatan. Atas kedatangannya, ia dianugerahi hadiah berupa 30 keping batu giok dan 10 ekor kuda.
Tahun ke-35 Pemerintahan: Raja Ji dari Zhou menyerang suku Guirong di wilayah Xiluo. Sima Qian mencatat bahwa dalam invasi tersebut, Raja Ji berhasil menangkap 20 raja dari suku tersebut.
Kematian yang Misterius dan Kontroversi "Menembak Langit"
Pada tahun ke-35 pemerintahannya, Wu Yi pergi berburu di area antara Sungai Kuning dan Sungai Wei. Di sana, ia tewas seketika akibat tersambar petir. Menurut kitab Shujing (Book of Documents), kematian tragis ini dinilai sebagai hukuman langsung atas tindakan Wu Yi yang sangat tidak saleh dan tidak menghormati dewa.
Hingga hari ini, penyebab pasti kematian Wu Yi masih menjadi misteri. Muncul spekulasi dari beberapa sejarawan bahwa Wu Yi sebenarnya adalah seorang tokoh reformator yang ingin memisahkan urusan pemerintahan (negara) dari otoritas keagamaan. Sebagai bentuk balas dendam, para pendeta pada masa itu merusak reputasinya dan merekayasa catatan sejarah dengan narasi bahwa "Wu Yi dikutuk dan disambar petir karena berani memanah Langit." Dugaan lain dari sejumlah ahli menyebutkan bahwa Wu Yi kemungkinan besar tewas dalam pertempuran atau meninggal karena sakit di antara Sungai Wei dan Luoshui.
Terlepas dari misteri kematiannya, kitab Catatan Sejarah Agung (Records of the Grand Historian) mengisahkan perilaku kontroversial Wu Yi semasa hidup. Ia pernah membuat sebuah patung kayu yang merepresentasikan "Dewa Langit". Wu Yi kemudian memerintahkan seseorang untuk melemparkan dadu sebagai perwakilan dari patung tersebut, lalu mengajaknya bermain judi liubo. Jika patung dewa tersebut kalah dalam permainan, Wu Yi akan menghina dan mempermalukannya.
Pada kesempatan lain, Wu Yi mengisi sebuah kantong kulit dengan darah segar, menggantungnya tinggi-tinggi di udara, lalu memanahnya hingga jebol. Ia secara pongah menyebut ritual aneh ini sebagai tindakan "menembak Langit".
