Budaya Songze (3800-3300 SM)
Budaya Songze merupakan kebudayaan pada zaman Neolitikum yang berkembang antara tahun 3800 hingga 3300 SM di kawasan Danau Tai, dekat wilayah Shanghai saat ini.
Penentuan Penanggalan
Berdasarkan penelitian, terdapat tiga hasil penanggalan radiokarbon yang diambil dari lapisan budaya Songze di situs Jiangli, dekat Danau Tai. Dua dari penanggalan tersebut diperoleh melalui sampel biji beras yang menghitam (hangus), yang menunjukkan kurun waktu antara 3360–3090 SM dan 3540–3370 SM. Penanggalan ketiga diambil dari tanaman knotgrass yang menghasilkan rentang waktu antara 3660–3620 SM. Meskipun secara umum diakui sebagai penerus dari budaya Majiabang, beberapa ahli lain berpendapat bahwa Songze merupakan fase kelanjutan dari budaya Hemudu.
Situs-Situs Penting
Songze
![]() |
| Guci tembikar hitam bertutup dengan ukiran. Budaya Songze (sekitar 3.800—3.200 SM) |
Pada tahun 1957, para arkeolog menemukan sebuah situs di sebelah utara Desa Songze, dekat Kota Zhaoxiang, di Distrik Qingpu, Shanghai. Penggalian dilakukan secara bertahap selama tahun 1961, 1974–1976, 1987, 1994–1995, dan 2004. Ekskavasi ini mengungkap adanya tiga lapisan budaya:
- Lapisan terbaru: Berisi tembikar dari periode Musim Semi dan Musim Gugur (Spring and Autumn period).
- Lapisan tengah: Berupa area pemakaman yang terdiri dari 148 makam dengan berbagai artefak di dalamnya.
- Lapisan tertua: Merupakan sisa-sisa perkampungan dari budaya Majiabang.
Nanhebang
Di situs Nanhebang, sebanyak 92 makam telah diekskavasi dari area pemakaman budaya Songze.
Pishan
Area pemakaman di situs Pishan tercatat memiliki 61 liang kubur.
Dongshan
Desa Dongshan terletak di dekat Kota Jingang, sekitar 18 km di sebelah barat Zhangjiagang. Situs ini ditemukan pada tahun 1989 dan telah melalui serangkaian penggalian oleh Museum Suzhou (1989–1990), yang kemudian dilanjutkan dengan dua penggalian penyelamatan (rescue excavations) berskala besar oleh Museum Nanjing pada tahun 2008–2009. Situs ini terbagi menjadi tiga area utama:
- Area 1: Sebuah pemakaman kecil berisi 27 liang kubur. Setiap makam memiliki jumlah bekal kubur yang berbeda-beda, yang mengindikasikan telah adanya stratifikasi sosial (pembagian kelas) dalam masyarakat tersebut.
- Area 2: Kawasan pemukiman yang terdiri dari lima bangunan di bagian tengah situs.
- Area 3: Area pemakaman lainnya yang terletak di bagian barat situs dengan jumlah 10 makam.
Daftar Bacaan
- Chang, Kwang-chih; Goodenough, Ward Hunt (1996). Goodenough, Ward Hunt (ed.). "Archaeology of Southeastern China and Its Bearing on the Austronesian Homeland". Prehistoric Settlement of the Pacific. 86, Part 5. American Philosophical Society.
- Li, Boqian (2012). "Implications of Large Burial Sites of Songze Culture". Social Sciences in China. 33 (2): 133–141.
- Qin, Ling (2013), "The Liangzhu culture", in Underhill, Anne P. (ed.), A Companion to Chinese Archaeology, John Wiley & Sons, pp. 574–596
- Wang, Haiming (2001), "Majiabang", in Peregrine, Peter N.; Ember, Martin (eds.), Encyclopedia of Prehistory, Volume 3: East Asia and Oceania, Springer, pp. 206–221
