Kebudayaan Baodun: Jejak Peradaban Neolitikum Terbesar di Sichuan, Tiongkok

Kebudayaan Baodun: Peradaban Neolitikum di Dataran Chengdu

Kebudayaan Baodun (2700 SM – 1700 SM) merupakan kebudayaan Neolitikum yang berpusat di Dataran Chengdu, Sichuan, Tiongkok. Para arkeolog membagi kebudayaan ini ke dalam empat fase (I-IV). Satu-satunya penanggalan radiokarbon untuk Kebudayaan Baodun berasal dari Bianduishan. Dua data penanggalan yang dikalibrasi menggunakan perangkat lunak CalPal menunjukkan angka 2467 ± 347 SM dan 1993 ± 335 SM.

Situs-Situs Arkeologi

Hingga saat ini, telah ditemukan sepuluh pemukiman yang berasal dari kebudayaan ini. Enam situs pertama yang ditemukan meliputi:

  • Situs Baodun (situs tipe) di Kabupaten Xinjin.
  • Situs Mangcheng di Kota Dujiangyan.
  • Situs Yufu di Kabupaten Wenjiang.
  • Situs Zizhu di Chongzhou.
  • Situs Shuanghe di Chongzhou.
  • Situs Gucheng di Kabupaten Pi.

Yufucun merupakan situs terbesar kedua yang terkait dengan kebudayaan Baodun.

Seluruh pemukiman ini terletak di sepanjang Sungai Min. Dinding-dinding pemukiman tersebut dilapisi dengan kerikil, yang merupakan ciri khas unik dari kebudayaan Baodun. Tembikar dari kebudayaan ini memiliki beberapa kemiripan dengan situs Sanxingdui. Penduduknya tinggal di rumah-rumah yang terbuat dari anyaman kayu dan tanah liat (wattle and daub). Bukti tertua mengenai pertanian padi dan milet ekor rubah di barat daya Tiongkok ditemukan di situs utama Baodun.

kebudaaan Baodun
Kompor dari tembikar salah satu warisan kebudaaan Baodun

Detail struktur bangunan pada beberapa situs adalah sebagai berikut:Situs Yufu: Dikelilingi oleh dua lapis dinding. Dinding bagian dalam mencakup area seluas sekitar 25 hektar (250.000 m2), sedangkan dinding luar mencakup area sekitar 40 hektar (400.000 m2).Situs Mangcheng: Dikelilingi oleh dua dinding tanah yang dipadatkan. Dinding dalam seluas 7,2 hektar (72.000 m2) dan dinding luar seluas 10,5 hektar (105.000 m2). Mayoritas bangunan di sini menggunakan teknologi wattle and daub.Situs Gucheng: Dikelilingi oleh dinding yang memagari area seluas 30,4 hektar (304.000 m2).Situs Zizhu dan Shuanghe: Keduanya juga dikelilingi oleh dinding ganda.

Situs BaodunSitus tipe Baodun ditemukan pada tahun 1950. Situs ini merupakan yang tertua sekaligus terbesar dalam kebudayaan Baodun. Kebudayaan ini memiliki area Neolitikum berdinding terbesar di Tiongkok. Baodun dikelilingi oleh dua lapis dinding: dinding dalam mencakup area sekitar 66 hektar (660.000 m2), sementara dinding luar mencakup area yang sangat luas, yakni sekitar 245 hektar (2.450.000 m2).Estimasi tenaga kerja yang dibutuhkan untuk membangun kedua dinding tersebut menunjukkan bahwa proyek ini memerlukan 100 orang yang bekerja selama lebih dari 5 tahun. Hingga kini, belum jelas apakah area di antara kedua dinding tersebut digunakan sebagai kawasan pemukiman, lahan pertanian, atau tujuan lainnya.Estimasi Tenaga Kerja Pembangunan Dinding di Situs Kebudayaan Baodun.

Estimasi Tenaga Kerja Pembangunan Dinding di Situs Kebudayaan Baodun:

SitusTotal Panjang Dinding (m)Estimasi Volume Dinding (m3)Tenaga Kerja 1 m3/orang/hari (tahun-orang)Tenaga Kerja 2 m3/orang/hari (tahun-orang)Tenaga Kerja 3 m3/orang/hari (tahun-orang)
Baodun3.200243.200666333222
Baodun (Luar)>5.200± 130.000356178119
Mangcheng1.90047.5001306543
Shuanghe2.800108.75029814999
Gucheng2.220116.550319160106
Yufu2.00045.0001236241

Pertanian

Padi dan milet ekor rubah keduanya ditanam di Baodun, dengan dominasi pada tanaman padi. Banyak gulma yang berhubungan dengan budidaya padi sawah juga ditemukan di situs ini. Selain itu, ditemukan pula sisa-sisa tanaman jali (Job's tears), Vicia, dua jenis Vigna (kacang-kacangan), tanaman beefsteak (shiso), dan Crataegus (buah hawthorn). Sisa-sisa padi juga telah ditemukan di situs Mangcheng.

Daftar Bacaan

  • Flad, Rowan (2013). "Chapter 7: The Sichuan Basin Neolithic". In Underhill, Anne P. (ed.). A Companion to Chinese Archaeology. John Wiley & Sons. pp. 125–146.
  • Flad, Rowan; Chen, Pochan (2013). Ancient Central China: Centers and Peripheries Along the Yangtze River. New York: Cambridge University Press.
  • d'Alpoim Guedes, Jade; et al. (2013). "Site of Baodun yields earliest evidence for the spread of rice and foxtail millet agriculture to south-west China". Antiquity. 87 (337): 758–771.